TotalEnergies bersama pengembang Nextnorth resmi memulai pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 440 megawatt (MW) di Kota Ilagan, Provinsi Isabela, Filipina, pada Selasa (5/5/2026).
Proyek ambisius ini memerlukan investasi sebesar 300 juta dollar AS atau setara Rp 5,23 triliun. Pendanaan tersebut disokong oleh tiga lembaga perbankan internasional, yakni Sumitomo Mitsui Banking Corporation, ING Bank, dan Standard Chartered, sebagaimana dilansir dari Lestari.
Transaksi ini tercatat sebagai pendanaan internasional terbesar untuk sektor energi surya di Filipina. SVP Renewables di TotalEnergies, Olivier Jouny, memberikan pernyataan terkait kemitraan strategis dalam pengembangan proyek berskala besar tersebut.
“Kami sangat gembira dapat bekerja sama dengan mitra kami, Nextnorth, untuk memulai pembangunan proyek tenaga surya besar ini di Filipina. Sehingga berkontribusi pada tujuan negara tersebut untuk meningkatkan energi terbarukan dalam bauran energi pembangkitannya," ungkap Olivier Jouny, SVP Renewables di TotalEnergies.
Fasilitas di Isabela ini diprediksi mampu memproduksi 13,5 terawatt hour (TWh) listrik dalam kurun waktu 20 tahun. Pengembangan ini juga menjadi bagian dari portofolio energi hijau perusahaan yang dikelola bersama Masdar.
“Ia menambahkan, kapasitas 440 MW tersebut bakal berkontribusi pada portofolio energi terbarukan perusahaan sebesar 9 gigawatt (GW) yang digabungkan dengan perusahaan energi terbarukan Masdar." ungkap Olivier Jouny, SVP Renewables di TotalEnergies.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan April 2026 antara TotalEnergies dan Masdar yang berbasis di Abu Dhabi. Keduanya membentuk usaha patungan senilai 2,2 miliar dollar AS untuk mengelola aktivitas energi terbarukan di sembilan negara Asia.
Terkait distribusi daya, lebih dari separuh produksi listrik akan dijual melalui kontrak jangka panjang kepada pemasok ritel AdventEnergy dan PrimeRES. Sisa produksi akan dialokasikan ke jaringan listrik nasional melalui program lelang pemerintah.
Presiden dan CEO Nextnorth, Miguel Mapa, menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya soal energi, tetapi juga dampak sosial bagi masyarakat setempat melalui penyediaan lapangan kerja.
"Dengan bekerja sama dengan TotalEnergies, kami menghadirkan energi bersih dan andal yang mendukung masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan memajukan transisi Filipina menuju masa depan yang lebih mandiri dalam hal energi," jelas Miguel Mapa, Presiden dan CEO Nextnorth.
Proyek PLTS di Provinsi Isabela ini ditargetkan mulai beroperasi secara penuh pada akhir tahun 2027 guna mendukung kemandirian energi nasional Filipina.