Tumpukan sampah setinggi tiga meter menggunung di Tempat Penampungan Sampah (TPS) RW 09 Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Senin (18/5/2026). Dilansir dari Megapolitan, kondisi ini memicu bau tidak sedap dan meluber hingga memakan sebagian badan Jalan Sunter Kemayoran.
Kondisi di lokasi menunjukkan limbah sisa makanan yang membusuk, plastik, styrofoam, hingga daun kering telah dipenuhi belatung. Air lindi dari tumpukan tersebut mengalir ke jalanan, sementara tembok pembatas TPS yang hancur membuat material sampah menjorok ke jalur lalu lintas dan menimbun sebuah pos ronda.
Alat berat berupa satu unit excavator kuning dioperasikan di lokasi untuk mendorong sampah agar tidak semakin menutup jalan. Penumpukan ini dilaporkan sudah berlangsung selama hampir dua pekan akibat kendala pada armada pengangkut.
Warga setempat bernama Kholil (57) mengungkapkan bahwa situasi di tempat penampungan tersebut sudah sangat memprihatinkan.
"Kalau buat kondisinya, bener parah. Ya (menutupi) separuh jalan nih. Baru didorong itu," kata Kholil.
Menurut Kholil, warga sudah sering mengeluhkan masalah ini, tetapi pengangkutan sampah jarang dilakukan karena armada truk yang tersedia dinilai tidak mencukupi.
"Emang jarang diangkat. Alasannya angkutannya enggak ada, mobilnya. Mereka itu pada alasan pada rusak, rusak, dan rusak," tutur Kholil.
Dampak buruk dari penumpukan sampah ini juga dirasakan langsung oleh para pelaku usaha dan pengguna jalan di sekitar lokasi kejadian.
Seorang pedagang di sekitar lokasi, Aswal (37) memaparkan bahwa luberan sampah kerap memicu kemacetan lalu lintas, terutama saat sore hari.
"Iya, benar. Itu sangat ngaruh. Di satu sisi juga kadang luber ke jalan itu macet juga kalau sore. Orang lewat itu terganggu juga. Sering juga ada laporan dari mungkin dari netizen, dari warga, karena kadang kan sampai makan separuh badan jalan," ucap Aswal.
Aswal menambahkan bahwa bau menyengat dari TPS tersebut mengganggu kenyamanan pelanggan yang ingin menggunakan jasa cuci motor miliknya.
"Ini biasanya aja (setengah hari) paling enggak udah masuk ya 10 motor, antara 12 motor. Hari ini pun baru satu. Itu pun tadi customer billing 'ini bau apa?' katanya. Bau sampah dari sebelah. Sampai beliau pun pakai masker dua biji, dobel," ungkap Aswal.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara Eddy Mulyanto beserta jajaran pejabat terkait belum memberikan respons mengenai penanganan masalah ini.