PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mencatatkan lonjakan volume transaksi BI-Fast sebesar 42 persen secara tahunan hingga April 2026. Pertumbuhan yang solid ini dipicu oleh meningkatnya adopsi transaksi digital masyarakat melalui aplikasi wondr by BNI, seperti dilansir dari Keuangan.
Kenaikan volume tersebut turut mengerek pendapatan komisi atau fee income dari layanan BI-Fast sebesar 41 persen secara tahunan pada periode yang sama. Peningkatan frekuensi transaksi digital nasabah di berbagai kanal digital BNI menjadi pendorong utama pertumbuhan pendapatan tersebut.
Pihak manajemen menyatakan bahwa integrasi layanan transfer yang real-time, cepat, dan efisien pada ekosistem digital perseroan berhasil merespons perubahan perilaku masyarakat yang kian mengandalkan platform digital.
"Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya adopsi transaksi digital melalui wondr by BNI dengan kebutuhan layanan transfer yang real-time, cepat, dan efisien," ujar Mesah Roni Ginting, Head of Division Retail Digital Product and Partnership BNI pada Jumat (22/5/2026).
Guna mempertahankan tren positif ini di sepanjang tahun 2026, BNI fokus memperkuat aspek keamanan transaksi digital demi menjaga kepercayaan nasabah. Langkah ini dibarengi dengan strategi perluasan penetrasi pasar melalui berbagai program loyalitas.
Salah satu upaya peningkatan keterikatan nasabah dilakukan melalui peluncuran program Rejeki wondr BNI 2026. Program tersebut dirancang secara khusus untuk meningkatkan jumlah pengguna aktif serta frekuensi transaksi digital pada ekosistem BNI.