Bank Indonesia mencatat volume transaksi ritel BI-FAST menembus 1,89 miliar transaksi atau melonjak 35 persen secara tahunan hingga April 2026, sebagaimana dilansir dari Keuangan.
Nilai transaksi layanan transfer digital tersebut juga dilaporkan meningkat 32 persen secara year on year hingga mencapai Rp 4.738 triliun. Catatan positif ini turut mendongkrak kinerja pendapatan komisi atau fee income dari sejumlah bank nasional.
Pertumbuhan volume transaksi BI-FAST di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI tercatat naik 42 persen secara tahunan pada periode yang sama. Head of Division Retail Digital Product and Partnership BNI, Mesah Roni Ginting mengonfirmasi peningkatan adopsi transaksi digital menjadi pendorong utama tren tersebut.
"Pada kanal digital, dibutuhkan layanan transfer yang real-time, cepat, dan efisien," ujar Mesah Roni Ginting, Head of Division Retail Digital Product and Partnership BNI pada Jumat (22/5/2026).
Kenaikan volume tersebut berdampak pada pertumbuhan pendapatan komisi dari transaksi BI-FAST di BNI yang mencapai 41 persen secara tahunan. Pihak manajemen memproyeksikan tren kenaikan ini akan bertahan hingga akhir tahun 2026.
Langkah penguatan keamanan transaksi menjadi fokus BNI saat ini untuk mempertahankan kepercayaan nasabah. Selain itu, perluasan jangkauan dilakukan melalui aplikasi wondr by BNI demi mendongkrak jumlah pengguna aktif serta frekuensi transaksi.
Kinerja serupa dibukukan oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN yang membukukan kenaikan volume transaksi BI-FAST sebesar 36 persen secara tahunan. Nilai transaksi BI-FAST di BTN menyentuh Rp 25,2 triliun atau melesat 42 persen yoy, sekaligus menyumbang 20 persen terhadap total pendapatan digital perusahaan.
SEVP Digital Business BTN, Thomas Wahyudi menjelaskan bahwa pencapaian ini menegaskan posisi BI-FAST sebagai layanan transaksi inti di dalam ekosistem digital bank tersebut. BTN menargetkan volume transaksi BI-FAST menembus lebih dari 20 juta transaksi dengan pertumbuhan fee income di atas 20 persen hingga akhir tahun 2026.
"Ke depan, BTN melihat BI-FAST bukan hanya sebagai layanan transfer, tetapi juga sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem transaksi digital yang lebih terintegrasi dan customer-centric," ujar Thomas Wahyudi, SEVP Digital Business BTN.
Guna merealisasikan target akhir tahun tersebut, BTN mengandalkan strategi penguatan infrastruktur digital, perluasan ekosistem, serta peningkatan literasi digital para nasabah.