Transaksi BI-Fast Bank BTN Tembus Rp 25,2 Triliun per April 2026

Transaksi BI-Fast Bank BTN Tembus Rp 25,2 Triliun per April 2026

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) mencatatkan pertumbuhan nilai transaksi layanan BI-Fast hingga mencapai Rp 25,2 triliun sampai April 2026. Lonjakan transaksi digital masyarakat melalui mobile banking menjadi pendorong utama kinerja positif tersebut, seperti dilansir dari Keuangan pada Jumat (22/5/2026).

Pencapaian nilai transaksi tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 42 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Di samping itu, kuantitas transaksi dari platform digital ini juga mengalami kenaikan di atas 36 persen yoy.

SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi menjelaskan bahwa perluasan transaksi harian ini terjadi seiring dengan semakin aktifnya nasabah menggunakan Bale by BTN sebagai super app utama. Layanan transfer real-time kini telah bergeser menjadi salah satu core transaction service dalam ekosistem digital perseroan.

“Saat ini, BI-Fast menjadi salah satu layanan transfer yang paling banyak digunakan karena menawarkan proses real time, biaya yang efisien, serta pengalaman transaksi yang cepat dan praktis,” ujar Thomas Wahyudi, SEVP Digital Business BTN.

Aktivitas transfer ini memberikan dampak langsung pada perolehan pendapatan komisi alias fee income perusahaan. Layanan BI-Fast tercatat menyumbang sekitar 20 persen terhadap total pendapatan lini digital BTN per April 2026.

“Layanan ini terus mengalami peningkatan utilisasi oleh nasabah,” katanya.

Manajemen perseroan memproyeksikan tren penguatan ekosistem transaksi nasabah ini masih berlanjut sampai akhir tahun. Target volume transaksi BI-Fast dipatok mampu menembus lebih dari 20 juta transaksi, atau tumbuh di atas 20 persen dari tahun lalu, diikuti target pertumbuhan fee income di level yang sama.

Guna merealisasikan target tersebut, BTN mengimplementasikan tiga strategi utama. Langkah tersebut meliputi penguatan kapabilitas digital dan infrastruktur back-end, perluasan kolaborasi ekosistem bersama mitra strategis, serta peningkatan digital engagement dan literasi nasabah.

“Layanan ini terus mengalami peningkatan utilisasi oleh nasabah,” katanya.

Artikel terkait

Rekomendasi