Transaksi UMKM Sumatera Melonjak 77 Persen Pasca-Bencana

Transaksi UMKM Sumatera Melonjak 77 Persen Pasca-Bencana

Aktivitas perdagangan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengalami lonjakan transaksi hingga 77 persen pada Kamis (8/5/2026). Peningkatan signifikan ini tercatat setelah percepatan penyaluran bantuan stimulan ekonomi dilakukan oleh pemerintah.

Data Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) menunjukkan total transaksi melalui platform e-commerce menyentuh angka 13.209.182, sebagaimana dilansir dari Nasional. Padahal, pada akhir April 2026, akumulasi transaksi di tiga provinsi tersebut baru mencapai 7.461.422 poin.

Sumatera Barat mencatatkan volume transaksi terbesar dengan 3.339.490 transaksi dari 101 produk. Sementara itu, wilayah Aceh membukukan 87.746 transaksi dengan 1.396 produk, diikuti Sumatera Utara yang mencatat 9.781 transaksi dengan jumlah produk yang sama dengan Aceh.

Pemulihan daya beli masyarakat ini didukung oleh pendistribusian dana bantuan stimulan yang hampir mencapai target. Di Aceh, pemerintah telah menyalurkan Rp 250,48 miliar dari total pagu Rp 254,44 miliar. Sumatera Utara menerima Rp 53,58 miliar dari total Rp 62,90 miliar, sedangkan Sumatera Barat sebesar Rp 16,83 miliar dari alokasi Rp 17,74 miliar.

Juru Bicara Satgas PRR, Amran, menjelaskan bahwa fokus utama dalam proses rehabilitasi saat ini adalah memastikan ketahanan ekonomi para penyintas. Selain penyaluran dana stimulan, pemulihan juga mencakup akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan perbaikan infrastruktur pasar.

"Untuk peningkatan ekonomi sudah kita dorong terus, aktivitas ekonomi sudah hampir tuntas keseluruhan," ujar Amran, Juru Bicara Satgas PRR.

Penuntasan perbaikan pasar menjadi agenda prioritas berikutnya untuk menjamin roda ekonomi warga kembali berputar secara total. Berdasarkan data terbaru, progres perbaikan pasar di Sumatera Barat telah rampung sepenuhnya atau mencapai 100 persen.

"Di Sumbar sudah 100 persen (pasar). Kemudian, di Sumut sudah 98 persen, dan di Aceh 89 persen. Jadi, tinggal beberapa pasar yang sedang dimaksimalkan agar bisa ditempati secepatnya," imbuh Amran, Juru Bicara Satgas PRR.

Artikel terkait

Rekomendasi