Insiden kecelakaan yang melibatkan dua bus Transjakarta terjadi di Depo Kampung Rambutan, Jakarta Timur pada Selasa (19/5/2026), yang mengakibatkan kerusakan pada bodi dan kaca kendaraan.
Pihak manajemen Transjakarta langsung mengambil langkah tegas dengan membebastugaskan petugas pramusapa yang diduga menjadi penyebab peristiwa tersebut, seperti dilansir dari Megapolitan.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani membenarkan adanya tindakan sanksi berupa penonaktifan terhadap personel yang bersangkutan.
"Sebagai langkah tegas, pramusapa yang diduga terlibat telah dinonaktifkan dari seluruh ekosistem Transjakarta terhitung sejak hari kejadian," kata Ayu Wardhani, Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta.
Kepastian mengenai kondisi operasional saat kecelakaan juga disampaikan untuk mengonfirmasi bahwa tidak ada warga atau penumpang yang menjadi korban.
"Kami memastikan bahwa saat insiden terjadi, kedua bus sedang tidak sedang pelayanan," ucap Ayu Wardhani, Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta.
Manajemen perusahaan kini sedang menyelidiki lebih lanjut mengenai faktor utama penentu serta kronologi lengkap dari benturan kedua armada tersebut.
"Kami sedang melakukan investigasi mendalam untuk mengetahui penyebab pasti dari insiden tersebut," ujar Ayu Wardhani, Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta.
Langkah evaluasi menyeluruh dijanjikan oleh pihak pengelola sembari menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan operasional yang sempat muncul.
Berdasarkan rekaman video yang beredar di akun Instagram aboutdkj, pecahan kaca terlihat berserakan di sekitar lokasi kejadian saat petugas Transjakarta melakukan pemeriksaan.
Unggahan media sosial tersebut turut menyertakan informasi dari saksi mata yang menyatakan bahwa salah satu bus nahas itu dikemudikan oleh seorang pramusapa.