PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) memperkuat kapasitas petani kelapa sawit melalui inisiatif TAP Untuk Negeri guna mengamankan pasokan bahan baku minyak sawit mentah di tengah rencana implementasi program biodiesel B50 pada Kamis (8/5/2026). Perusahaan menghadirkan program Petani Berkualitas dan Sejahtera (PERKASA) sebagai langkah strategis mendukung kemandirian energi nasional.
Dilansir dari Market, emiten berkode saham TAPG tersebut meluncurkan Hotline PERKASA yang berfungsi sebagai kanal konsultasi teknis bagi para petani. Layanan ini mencakup aspek budidaya, pengendalian hama, pemupukan, hingga praktik panen yang sesuai dengan standar agronomi berkelanjutan milik perusahaan.
Langkah ini merupakan respon terhadap potensi lonjakan kebutuhan Crude Palm Oil (CPO) seiring perluasan bauran energi pemerintah. Sepanjang tahun 2025, perusahaan tercatat telah melaksanakan 20 rangkaian pelatihan serupa di wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Jambi dengan total 558 peserta dari sekitar area operasional.
Pihak manajemen menekankan pentingnya akses informasi bagi peningkatan hasil panen rakyat. Pengetahuan yang memadai diyakini menjadi kunci utama bagi para petani untuk dapat bersaing dalam rantai pasok industri sawit global yang kian ketat.
"Program PERKASA dihadirkan dengan keyakinan bahwa petani sawit dapat meningkatkan produktivitasnya apabila memperoleh kemudahan dalam pengetahuan," tulis Manajemen PT Triputra Agro Persada Tbk.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor perkebunan kelapa sawit merupakan pilar utama stabilitas ekonomi Indonesia. Peningkatan tata kelola dari hulu ke hilir menjadi prioritas agar industri ini tetap kompetitif dan memberikan dampak ekonomi yang luas.
"Indonesia tidak boleh mundur. Sawit adalah kekuatan ekonomi bangsa. Karena itu, tata kelolanya harus kuat dan berkelanjutan, serta didorong ke arah hilirisasi agar manfaat ekonominya semakin luas bagi masyarakat," ujar Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral turut menyoroti peran strategis pengembangan biodiesel sebagai solusi atas tantangan energi dunia. Implementasi B50 diproyeksikan mampu menekan angka ketergantungan terhadap bahan bakar fosil impor secara signifikan.
"Dalam menghadapi krisis energi dunia sekarang, kita harus mengoptimalkan lifting kita. Yang kedua adalah mencari diversifikasi seperti B50. B50 itu kan mengurangi impor solar kita," ujar Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
Program pelatihan yang dijalankan TAPG mengombinasikan materi teori dengan praktik lapangan yang dibimbing oleh tenaga ahli berpengalaman. Fokus utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan yield atau hasil produksi per hektar sekaligus menanamkan kesadaran mengenai aspek keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan.