Truk Pengangkut Ekskavator Tabrak Rumah Makan di Bekasi

Truk Pengangkut Ekskavator Tabrak Rumah Makan di Bekasi

Sebuah truk pengangkut ekskavator mengalami kecelakaan hingga menghantam rumah makan Padang dan melindas tiga sepeda motor di Jalan Raya Marunda, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, pada Senin (11/5/2026) sore akibat gagal menanjak di Jembatan Banjir Kanal Timur (BKT).

Dilansir dari Megapolitan, kendaraan dengan nomor polisi BG 8153 IW tersebut diduga kehilangan tenaga saat berada di posisi miring. Insiden ini menyebabkan kerusakan material pada dua bangunan rumah tinggal dan satu tempat usaha di sisi jalan.

Kasatlantas Polres Metro Bekasi Kompol Sugihartono menjelaskan bahwa beban muatan yang terlalu berat menjadi pemicu utama kendaraan mundur tak terkendali. Truk tersebut diketahui sedang menempuh perjalanan dari arah Marunda menuju kawasan Cilincing, Jakarta Utara.

"Ketika hendak melewati Jembatan BKT, karena beban muatan yang berat sehingga mobil mundur ke belakang ke sisi kiri jalan," ujar Sugihartono, Kasatlantas Polres Metro Bekasi.

Pihak kepolisian telah memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini meskipun sejumlah kendaraan operasional warga mengalami kerusakan cukup parah. Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan guna menentukan total kerugian materiil di lokasi kejadian.

"Yang jelas enggak ada korban, cuma materi saja. Motor tiga yang sedang terparkir dan mengenai dua unit rumah tinggal dan satu warung Padang," kata Sugihartono.

Petugas di lapangan saat ini tengah menyusun laporan kronologi lengkap berdasarkan olah tempat kejadian perkara. Kepolisian juga menunggu data sisa evakuasi untuk merampungkan proses penyelidikan.

"Kami masih menunggu laporan lengkap dari anggota di lapangan," ujar Sugihartono.

Saksi mata di lokasi kejadian bernama Dono (55), seorang tukang ojek, menyebutkan bahwa truk mulai mundur secara mendadak saat mencapai titik tengah tanjakan jembatan.

"Posisinya lagi nanjak pas di tengah-tengah situ, terus tiba-tiba turun. Akhirnya kena ke (warung) nasi padang itu," kata Dono.

Suara benturan keras terdengar sesaat sebelum truk menghantam bangunan di pinggir jalan. Dono menambahkan bahwa para pemilik motor yang terparkir sedang berada di dalam warung saat kecelakaan terjadi.

"Cepet banget, bunyinya kenceng gitu. Kasian ini yang punya motor lagi pada makan di warteg sini," ujarnya.

Wahyu (29), pemilik rumah makan Padang yang terdampak, mengaku sedang berada di bagian belakang bangunan saat truk tersebut menghantam bagian depan usahanya.

"Kalau mobil itu kita enggak tahu, jadi kita enggak ngelihat kejadiannya, tahu-tahu suara 'guprang' gitu," kata Wahyu.

Dampak benturan tersebut menimbulkan guncangan hebat dan debu tebal yang langsung menyelimuti seluruh ruangan hingga ke bagian dapur.

"Gelap banget, tertutup debu nih kayak gini. (Debunya) masuk ke belakang," ujarnya.

Meskipun tempat usahanya rusak berat, Wahyu menyatakan dirinya tetap tenang meski sempat terkejut dengan kondisi bangunan yang berantakan dalam seketika.

"Ya panik sih enggak, cuman kan kirain ada apa gitu, belum ngelihat kayak gini. Begitu ngelihat udah kejadiannya seperti ini," tuturnya.

Terkait penyelesaian dampak kecelakaan, Wahyu memilih untuk tidak menempuh jalur hukum formal terhadap pengemudi atau pemilik truk tersebut.

"Ya secara kekeluargaan aja kalau gini mah," tambahnya.

Artikel terkait

Rekomendasi