Kemacetan panjang terjadi di Jalan Outer Ring Road, Cengkareng, Jakarta Barat pada Rabu (13/5/2026) pagi imbas sebuah truk tronton yang mengalami patah as roda di dekat pintu air. Arus lalu lintas dilaporkan mengular hingga 3 kilometer mulai dari Ring Road Duri Kosambi hingga flyover Rawa Buaya.
Dilansir dari Megapolitan, insiden ini membuat pengendara terjebak selama lebih dari satu jam. Petugas gabungan dari Sudishub Jakarta Barat dan Unit Lantas Polsek Cengkareng dikerahkan ke lokasi untuk mengatur lalu lintas serta melakukan proses evakuasi kendaraan yang menutupi badan jalan tersebut.
Kanit Lantas Polsek Cengkareng, AKP Yeni mengonfirmasi bahwa kendala teknis pada truk tersebut menjadi pemicu utama kepadatan kendaraan di kawasan tersebut sejak pagi hari.
"Iya ada truk patah as di dekat pintu air arah Cengkareng berimbas pada lalu lintas, saat ini sedang ditangani bersama," ucap Yeni, Kanit Lantas Polsek Cengkareng.
Pihak kepolisian telah menerima informasi mengenai kerusakan kendaraan berat ini sejak pukul 06.00 WIB. Hingga menjelang siang, petugas masih berupaya mendatangkan alat berat untuk memindahkan truk dari jalur utama.
KBO Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Sudarmo menjelaskan bahwa posisi truk yang mengalami kerusakan sangat mengganggu kelancaran arus kendaraan yang mengarah ke Cengkareng.
"Truk tronton patah as, TKP di pintu air arah Cengkareng mengganggu arus lalin. Upaya saat ini akan dilakukan derek gendong belakang," kata Sudarmo, KBO Satlantas Polres Metro Jakarta Barat.
Dampak kemacetan ini dirasakan langsung oleh Suko, seorang pengemudi mobil boks yang sedang dalam perjalanan menuju kawasan Dadap, Kabupaten Tangerang. Ia mengaku membutuhkan waktu hingga satu jam hanya untuk menempuh jarak sekitar 1 kilometer.
"Satu jam lebih lah kayaknya ke sini dari flyover itu turunan ke Cengkareng. Jalan sedikit-sedikit doang, penuh kan padat," ucap Suko, Pengemudi mobil boks.
Suko menambahkan bahwa dirinya sudah terbiasa dengan kondisi gangguan lalu lintas di titik tersebut yang sering disebabkan oleh kecelakaan atau kendaraan mogok karena penyempitan jalan.
"Udah biasa, kalau macet gini-gini pasti kalau enggak truk mogok, ada kecelakaan, memang begitu di sini mah. Soalnya jalanan sempit kan," kata Suko.
Meski terjebak lama di jalan raya, Suko merasa tenang karena jadwal pengantaran barang logistiknya masih dalam batas aman lantaran operasional perusahaan dimulai sejak pagi buta.
"Alhamdulillah enggak sih (telat mengantar). Soalnya ini butuhnya malem, dianter pagi, jadi aman, sore nyampe juga bisa. Tapi ya jangan lah, sayang waktunya masa sampai sore kena macet," ujar Suko.
Selain kendaraan roda empat, pengendara sepeda motor juga terdampak cukup signifikan. Habib, seorang pengendara motor dari arah Kalideres, sempat berusaha mencari rute alternatif namun tetap terjebak karena kepadatan telah meluas ke jalan-jalan kecil di sekitar Ring Road.
"Saya biasanya ke arah Sumur Bor terus masuk ke Jl Utama sama Cendrawasih, tapi udah macet semua juga. Kyaknya motor mobil pada nyari jalan, tapi numpuk juga," mata Habib, Pengendara motor.
Akibat penumpukan kendaraan di jalan tikus tersebut, Habib memutuskan untuk mengambil rute memutar yang lebih jauh melalui kawasan Bambu Larangan guna menghindari kemacetan di ruas utama Outer Ring Road yang belum terurai hingga pukul 10.45 WIB.