Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadwalkan pelantikan Kevin Warsh sebagai pemimpin baru bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve pada Jumat mendatang. Keputusan ini diambil setelah Senat memberikan konfirmasi kemenangan mutlak dalam pemungutan suara pekan lalu.
Pengisian jabatan tertinggi di bank sentral tersebut dilakukan setelah masa jabatan Jerome Powell resmi berakhir pada hari Jumat kemarin. Walau demikian, Powell tetap menjalankan tugasnya sementara waktu sampai Warsh secara resmi mengambil alih kepemimpinan, seperti dilansir dari Detik Finance.
Langkah pencarian nakhoda baru bagi bank sentral ini sebenarnya telah diinisiasi oleh Trump sejak musim panas tahun 2025. Proses panjang tersebut akhirnya menemui titik temu setelah Senat menyetujui pencalonan Warsh melalui pemungutan suara yang hampir bulat.
Warsh bakal mencatatkan sejarah sebagai pemimpin bank sentral ke-11 pada era modern setelah resmi dilantik nanti. Figur yang dikenal sebagai salah satu orang terkaya di posisi tersebut juga diwajibkan melepas sebagian besar portofolio investasinya demi mematuhi regulasi ketat bagi pejabat otoritas moneter.
Momentum pelantikan ini membawa misi khusus dari Trump yang menginginkan agar bank sentral melanjutkan kebijakan pelonggaran moneter. Trump berharap tren penurunan suku bunga acuan dapat diteruskan, menyusul langkah pemotongan yang telah dieksekusi sebanyak tiga kali sepanjang tahun 2025.
Hubungan kerja antara Trump dan Jerome Powell sebelumnya kerap diwarnai perbedaan pandangan mengenai arah kebijakan suku bunga. Powell memilih untuk mempertahankan tingkat suku bunga yang tinggi guna meredam lonjakan inflasi, sedangkan Trump menginginkan penurunan suku bunga demi memperlancar sirkulasi uang di pasar.
Pelaku pasar memproyeksikan bahwa stabilitas pasar tenaga kerja dan tingginya tingkat inflasi saat ini berpotensi menahan pelonggaran suku bunga lebih lanjut. Kebijakan penurunan dinilai baru akan berlanjut jika terdapat bukti kuat bahwa laju inflasi bergerak turun menuju target sasaran sebesar 2 persen.