Seorang juru parkir asal Kelurahan Sumampir, Kabupaten Banyumas, bernama Sucipto (64), dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada Kamis, 14 Mei 2026. Pria yang telah melakoni profesinya selama 25 tahun ini berhasil melunasi biaya haji melalui kedisiplinan menabung uang receh dan hasil kerja sampingan sebagai penjaga malam.
Sucipto sehari-hari bekerja di Pasar Pon, Purwokerto Barat, dengan pendapatan rata-rata Rp50 ribu per hari, serta tambahan upah bulanan sebesar Rp900 ribu dari jasa pengamanan perumahan. Dilansir dari Detikcom, perjuangan finansial ini dilakukan secara konsisten di tengah tanggung jawabnya membiayai pendidikan ketiga anaknya.
"Profesi saya tukang parkir, kalau malam bantu jaga keamanan di perumahan. Dari situ saya nabung sedikit-sedikit," ujar Sucipto.
Pria tersebut mulai menyisihkan sisa uang hasil pekerjaannya sejak tahun 2012 silam. Proses menabung dilakukan dengan menyimpan uang sisa kebutuhan harian rumah tangga dan sekolah anak ke dalam rekening bank secara bertahap.
"Kalau habis bayar sekolah anak-anak, ada sisa Rp 40 ribu atau Rp 50 ribu, saya tabung. Sedikit-sedikit," kenang Sucipto.
Guna memenuhi kekurangan dana setoran awal pendaftaran haji sebesar Rp25,5 juta pada masa itu, Sucipto memutuskan menjual sebidang tanah miliknya. Langkah besar ini membuahkan hasil hingga ia mendapatkan kepastian keberangkatan pada musim haji tahun ini.
"Kadang nelangsa, kadang senang. Warga perumahan pada bangga, nyelameti (memberi selamat) saya. Tiga RT di sana ikut senang," kata Sucipto.
Keberhasilan Sucipto menarik perhatian otoritas keagamaan setempat sebagai contoh keteguhan niat dalam beribadah. Pihak kementerian mencatat bahwa motivasi spiritual menjadi penggerak utama bagi warga dengan keterbatasan ekonomi untuk mencapai cita-cita tersebut.
"Luar biasa. Ini membuktikan bahwa kalau ada kemauan, pasti ada jalan. Beliau sudah menunjukkan langkah nyata, istiqamah berusaha hingga akhirnya bisa berangkat," puji H. Afifuddin Idrus, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Banyumas.
Data dari Kemenhaj Banyumas menunjukkan adanya tren serupa, di mana lebih dari lima jamaah tahun ini memiliki latar belakang pekerja sektor informal, termasuk pedagang makanan. Sucipto dijadwalkan terbang menuju Arab Saudi melalui Embarkasi Solo dan tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 73.