Tumpukan Sampah di TPS Sunter Jaya Meluber ke Jalan

Tumpukan Sampah di TPS Sunter Jaya Meluber ke Jalan

Tumpukan sampah setinggi tiga meter di Tempat Penampungan Sampah RW 09 Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara meluber hingga memakan badan Jalan Sunter Kemayoran pada Senin (18/5/2026). Kondisi yang mengganggu pengguna jalan tersebut terjadi akibat armada pengangkut milik petugas mengalami kerusakan.

Masalah pengangkutan yang tidak rutin ini dikeluhkan oleh masyarakat sekitar lokasi penampungan. Berdasarkan laporan dari Megapolitan, volume sampah yang terus meningkat akhirnya terdorong hingga ke area jalan raya.

Seorang warga setempat memberikan kesaksian mengenai kendala operasional yang dihadapi oleh para petugas kebersihan di lapangan.

"Emang jarang diangkat (petugas sampah). Alasannya angkutannya enggak ada mobilnya. Mereka itu pada alasan (mobilnya) pada rusak, rusak, dan rusak," kata Kholil saat ditemui Kompas.com di lokasi, Senin (18/5/2026).

Kholil menambahkan bahwa tumpukan limbah tersebut sempat menutup separuh jalan sebelum petugas menggunakan alat berat untuk menggesernya. Warga juga mengaku sudah berulang kali memprotes situasi ini kepada pihak terkait.

"Tiap hari komplain," ungkap Kholil.

Dampak penumpukan limbah ini juga dirasakan langsung oleh para pedagang yang beroperasi di sekitar area tempat penampungan.

“Masalahnya satu, jarang juga diangkut. Kedua juga sampah liarnya banyak. Itu yang bikin penuh,” kata Aswal kepada Kompas.com di lokasi, Senin.

Aswal menjelaskan bahwa puncak kepadatan volume sampah terjadi pada Minggu (17/5/2026) hingga menutup marka jalan. Selain memicu kemacetan, situasi ini menurunkan kenyamanan lingkungan karena armada pengangkut jarang datang.

“Kemarin hari Minggu itu setengah badan udah makan jalan. Orang sampai marka jalan itu ketutupnya,” ujar dia.

Pedagang tersebut berharap agar proses pembersihan dan pengangkutan sampah dikembalikan seperti jadwal semula secara berkala.

“Ya saya harapannya seperti yang dulu-dulu lah, enggak terlalu numpuk begini. Diangkut, diangkut, diangkut. Sekarang kan belum tentu tiga hari sekali itu ada mobilnya,” tambah dia.

Kondisi di lapangan menunjukkan sampah yang didominasi sisa makanan pembusuk, plastik, styrofoam, dan daun kering telah memicu bau menyengat hingga radius 15 meter. Air lindi dari tumpukan membuat jalanan becek, sementara sebagian tembok pembatas TPS dilaporkan telah hancur.

Satu unit ekskavator kuning disiagakan di lokasi untuk mendorong material agar tidak menutup akses jalan. Sementara itu, jajaran pejabat Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara dan pihak Kecamatan Tanjung Priok belum memberikan respons saat dimintai tanggapan.

Artikel terkait

Rekomendasi