Sejumlah penyandang tunanetra menghadiri bursa kerja Jakarta Job Fair di Gelanggang Remaja Jakarta Utara (GRJU) Tanjung Priok pada Selasa (19/5/2026). Kehadiran mereka bertujuan untuk mencari lowongan pekerjaan yang terbuka bagi para penyandang disabilitas, seperti dilansir dari Megapolitan.
Salah satu pencari kerja yang hadir adalah Dadang (45), seorang tuna netra asal Jakarta Barat yang menumpang TransJakarta sendirian menuju lokasi. Ia sebelumnya memiliki pengalaman kerja sebagai tenaga telemarketing di sebuah bank swasta.
Dadang terpaksa berhenti dari pekerjaan terdahulu sejak Desember 2025 akibat kebijakan pengurangan karyawan dari pihak perusahaan. Sejak saat itu, ia terus berupaya mencari pekerjaan baru melalui berbagai gelaran bursa kerja di wilayah DKI Jakarta.
"Saya berakhir di akhir Desember 2025. katanya sih mau pengurangan karyawan gitu,” kata Dadang.
Meskipun telah berulang kali menghadiri bursa kerja di berbagai wilayah kota administrasi, Dadang mengaku belum mendapatkan hasil yang diharapkan. Pria berusia 45 tahun ini sebelumnya juga sudah mendatangi acara serupa di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.
"Kalau job fair sih yang saya lalui sering ya. Saya mulai dari wali kota ke wali kota aja sih. Tapi ternyata ya buat disabilitas itu kurang,” ujar Dadang.
Dadang menyatakan bahwa pihak penyelenggara di wilayah lain juga memberikan jawaban serupa terkait ketiadaan posisi untuk disabilitas. Gelaran di Jakarta Utara ini menjadi penanda kali ketiga dirinya mendatangi bursa kerja di tingkat kantor wali kota.
"Dari Jakarta Barat juga sama, katanya buat disabilitas belum ada. Terus saya pindah lari ke Jakarta Selatan juga sama. Dan ini yang untuk Utara nih, udah yang ketiga kali wali kota nih saya,” kata Dadang.
Melalui kesempatan ini, Dadang menyampaikan aspirasinya agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat menyediakan dan memperluas ruang lingkup pekerjaan bagi kelompok disabilitas. Menurutnya, kelompok disabilitas membutuhkan kesempatan kerja nyata dan bukan sekadar rasa iba.
"Harapan saya sih untuk pemerintah DKI Jakarta mengadakan lowongan kerja untuk disabilitas. Ternyata disabilitas itu bukan untuk dikasihani ya, untuk mencari pekerjaan juga dikasih kesempatan untuk bekerja juga sih,” ucap Dadang.
Keluhan mengenai minimnya informasi dan ketersediaan lowongan khusus tersebut juga dirasakan oleh pencari kerja tunanetra lainnya yang datang ke lokasi. Fandi (40) sengaja menghadiri Jakarta Job Fair demi memastikan keberadaan peluang kerja bagi kaum disabilitas.
"Makanya saya nanya nih, ke sini tuh tujuannya untuk ada enggak lowongan buat disabilitas. Tapi dari tadi belum ada konfirmasi,” ujar Fandi.
Setelah memantau langsung situasi di dalam area pameran kerja, Fandi mengungkapkan bahwa dirinya belum berhasil menemukan posisi yang mengakomodasi kondisi fisiknya. Di lokasi tersebut, ketersediaan lowongan bagi penyandang tunanetra dinilai masih nihil.
"Enggak ada yang buat saya ternyata,” tambah Fandi.