Palang Pintu Otomatis Ampera Bulak Kapal Bekasi Mulai Diuji Coba

Palang Pintu Otomatis Ampera Bulak Kapal Bekasi Mulai Diuji Coba

Pelintasan sebidang Ampera Bulak Kapal di Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, kini telah dilengkapi dengan fasilitas palang pintu otomatis dan sirine. Langkah ini diambil untuk mengatur laju kendaraan saat kereta api melintas di kawasan padat tersebut.

Dikutip dari Megapolitan, fasilitas pengamanan ini belum beroperasi secara penuh meskipun perangkat fisik sudah terpasang. Palang pintu otomatis tersebut baru menjalani tahap uji coba pada Selasa (12/5/2026) dengan durasi sekitar 10 hingga 15 menit.

Pengoperasian secara rutin masih menunggu penyelesaian pembangunan pos jaga jalur pelintasan langsung (JPL). Proses konstruksi pos tersebut diperkirakan membutuhkan waktu antara dua minggu hingga satu bulan ke depan sebelum benar-benar siap digunakan.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu (13/5/2026) siang, arus lalu lintas dari arah Jalan Ir H Juanda menuju permukiman warga terpantau cukup ramai. Kendaraan roda dua maupun roda empat terus mengalir melewati pelintasan sebidang ini.

Walaupun sistem otomatis belum berfungsi total, situasi lalu lintas di sekitar pelintasan terlihat lebih terorganisir dibandingkan periode sebelumnya. Para pengendara tampak mulai disiplin untuk berhenti ketika palang manual diturunkan oleh petugas.

Saat ini, pengamanan di lokasi masih dilakukan secara kolaboratif oleh petugas gabungan. Personel dari TNI, Dinas Perhubungan (Dishub), serta warga setempat yang mengenakan rompi penjaga terlihat berjaga di sisi kanan dan kiri rel kereta api.

Seorang pengguna jalan, Yudi (25), memberikan respons positif terhadap pemasangan perangkat keamanan baru ini. Ia merasa kehadiran palang pintu otomatis membuat pelintasan menjadi jauh lebih terarah bagi masyarakat yang melintas.

"Ya lumayan aman kalau ada palang pintu otomatisnya. Jadi lebih terarah juga kalau misalkan ada yang jagain," ujar Yudi saat ditemui di lokasi.

Yudi menambahkan bahwa keterlibatan petugas keamanan di lapangan sangat membantu dalam menjaga ketertiban pengguna jalan. Ia mengapresiasi upaya petugas yang tetap bersiaga meskipun saat ini palang yang digunakan masih bersifat manual.

"Apalagi di sini dibantu sama Babinsa dan Kamtibmas setempat. Jadi lebih aman lagi. Meskipun sekarang masih pakai yang manual. Setidaknya udah enggak pakai bambu lah atau segala macam," kata dia.

Harapan serupa juga muncul dari Maharani (35), seorang pekerja yang sering melintasi area tersebut. Ia mengaku sempat menghindari pelintasan Ampera setelah insiden kecelakaan tragis yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur beberapa waktu lalu.

"Kebetulan saya baru lewat sini, ternyata udah ada palang pintu otomatisnya," ujar Maharani.

Menurut Maharani, penguatan sistem pengamanan di pelintasan sebidang ini seharusnya sudah dilakukan sejak lama mengingat tingginya volume kendaraan. Ia menekankan pentingnya kehadiran petugas yang memiliki sertifikasi resmi untuk mengoperasikan fasilitas tersebut nantinya.

"Butuh penjaganya juga. Kalau perlu yang bersertifikat petugasnya," ujar dia.

"Kalau tetap dibuka, semoga terus dijaga karena palangnya aja enggak cukup, harus ada yang atur lalu lintasnya," ujar Yudi menambahkan terkait harapannya di masa depan.

Area pelintasan Ampera Bulak Kapal sebelumnya menjadi perhatian publik setelah terjadi kecelakaan yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4/2026). Peristiwa tersebut memicu pengetatan pengamanan di berbagai titik pelintasan sebidang di wilayah Bekasi.

Artikel terkait

Rekomendasi