Lembaga keuangan global JPMorgan, Mastercard, Ripple, dan Ondo Finance menuntaskan uji coba penebusan dana Treasury Amerika Serikat yang telah ditokenisasi menggunakan jaringan XRP Ledger (XRPL) pada Kamis (7/5/2026). Transaksi lintas batas ini berhasil mencapai penyelesaian aset dalam durasi kurang dari lima detik melalui platform Kinexys milik JPMorgan.
Integrasi infrastruktur perbankan dengan blockchain publik ini memungkinkan pengiriman dana dolar AS secara real-time ke rekening bank Ripple di Singapura. Dilansir dari harianbasis.co, efisiensi ini secara drastis memangkas waktu proses manual konvensional yang biasanya membutuhkan satu hingga tiga hari kerja.
Keberhasilan pilot project tersebut memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan sektor aset dunia nyata atau Real World Asset (RWA). Kapitalisasi pasar RWA tercatat melonjak tajam dari 5,42 miliar dolar AS menjadi 19,32 miliar dolar AS dalam periode 15 bulan hingga Maret 2026 menurut data resmi penyelenggara.
Ondo Finance menyampaikan pernyataan terkait pencapaian integrasi sistem keuangan global tersebut melalui platform media sosial.
"Tokenized assets are no longer separate from the global financial system. For the first time, a public blockchain and global banking infrastructure settled a cross-border transaction of a tokenized fund together in real time. Together, we’re laying the groundwork for 24/7 global markets that never close," tulis Ondo Finance.
Pengumuman tersebut memicu reaksi pasar yang signifikan, terutama pada harga token ONDO. Berdasarkan laporan indodax.com yang mengutip data Santiment, harga ONDO melonjak sekitar 8 persen dari kisaran 0,27 dolar AS hingga menyentuh angka 0,359 dolar AS dalam waktu singkat.
Pihak Santiment memberikan penjelasan teknis mengenai keberhasilan durasi transaksi yang dicapai dalam kolaborasi institusi besar tersebut.
“Kemarin, Ondo, Ripple, JPMorgan, dan Mastercard berhasil menyelesaikan redemption lintas negara pertama untuk US Treasury yang ditokenisasi di XRP Ledger dengan proses settlement kurang dari lima detik (Santiment MCP + Claude),” tulis Santiment.
Berbeda dengan lonjakan signifikan pada ONDO, harga aset kripto XRP justru cenderung datar dengan pergerakan tipis dari 1,38 dolar AS ke 1,41 dolar AS sebelum melemah kembali. Fenomena ini menunjukkan preferensi pasar yang lebih fokus pada proyek penyedia produk finansial nyata dibandingkan sekadar infrastruktur jaringan.
Meskipun teknologinya terbukti cepat, kritik muncul dari kalangan praktisi perbankan mengenai peran aset kripto dalam ekosistem tersebut. Tom Zschach mempertanyakan urgensi penggunaan token XRP dalam proses penyelesaian.
"Is XRP used as a settlement asset or just for gas on the ledger?" tanya Tom Zschach, Mantan Chief Innovation Officer SWIFT.
Zschach menambahkan bahwa institusi keuangan cenderung memiliki kekhawatiran terhadap aspek tata kelola infrastruktur yang dikendalikan oleh entitas pesaing. Ia menekankan pentingnya independensi dalam sistem keuangan global.
"Neutral, shared governance is [resilience]," tegas Tom Zschach.
Saat ini, sektor RWA menjadi salah satu narasi utama di pasar kripto tahun 2026 seiring keterlibatan raksasa finansial seperti JPMorgan dan Mastercard. Validasi dari institusi besar ini diperkirakan akan mempercepat adopsi tokenisasi aset tradisional ke dalam blockchain di masa mendatang.