Utang Amerika Serikat Berpotensi Dongkrak Harga Emas Domestik

Utang Amerika Serikat Berpotensi Dongkrak Harga Emas Domestik

Lonjakan utang pemerintah Amerika Serikat yang mendekati angka US$40 triliun diproyeksikan bakal memicu tren kenaikan harga emas global secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan hingga berdampak pada harga di pasar domestik Indonesia.

Investor emas global Pierre Lassonde memperkirakan komoditas logam mulia ini berpotensi menembus angka US$17.250 per troy ounce dalam jangka waktu sekitar tiga tahun mendatang akibat tingginya beban defisit fiskal negara tersebut.

Berdasarkan data pasar per tanggal 3 Juni 2026, harga emas spot dunia tercatat berada pada level US$4.486,51 per troy ounce, atau setara dengan Rp2,58 juta per gram menggunakan acuan kurs tengah Bank Indonesia sebesar Rp17.883 per dolar AS.

Apabila target harga yang diprediksi oleh pendiri Franco-Nevada tersebut terealisasi, nilai emas di dalam negeri secara teoritis dapat menyentuh kisaran Rp10,2 juta hingga Rp10,5 juta per gram setelah memperhitungkan premi fisik pasar lokal sebesar 4 persen hingga 7 persen.

Selain faktor pembengkakan utang AS, penguatan harga aset aman ini juga didorong oleh aksi bank sentral di berbagai negara yang terus menambah porsi kepemilikan emas dalam cadangan devisa mereka sebagai langkah diversifikasi.

Sementara itu, laporan dari RRI mencatat pergerakan harga emas batangan Antam dan berbagai platform digital di Indonesia pada pekan ini masih menunjukkan tren fluktuatif yang dipengaruhi langsung oleh ketidakpastian situasi ekonomi global.

Para analis pasar mengingatkan para investor pemula untuk tetap mencermati perbandingan harga harian, biaya penyimpanan, serta keaslian sertifikat sebelum melakukan transaksi pembelian logam mulia.

Daftar Harga Emas Terkini per Juni 2026
Produk/AcuanNilai/Harga per Gram
Harga Emas Spot GlobalRp2,58 juta
Emas Antam (29 Mei 2026)Rp2.774.000
PegadaianRp2.675.000
IndogoldRp2.641.404
TreasuryRp2.583.436

Artikel terkait

Rekomendasi