Pergeseran paradigma pembangunan global kini tengah terjadi dan mengubah tatanan ekonomi internasional secara mendasar.
Seperti diberitakan oleh Medcom, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa dunia saat ini tidak sedang mengalami siklus biasa, melainkan fase perubahan yang jauh lebih besar.
Sistem ekonomi global yang selama ini didominasi oleh sejumlah negara maju dan institusi Barat dinilai telah mulai kehilangan relevansinya.
Menurut Vladimir Putin, instrumen yang dahulu dianggap netral seperti sistem keuangan, teknologi, logistik, hingga akses informasi kini semakin sering dijadikan alat tekanan politik.
Kondisi tersebut mendorong berbagai negara untuk membangun sistem pembayaran mandiri, mengembangkan teknologi domestik, serta membuka jalur perdagangan baru.
Langkah-langkah terobosan ini menjadi indikator kuat bahwa dunia sedang bergerak menuju tatanan baru yang lebih terdesentralisasi.
Model dunia yang sebelumnya bersifat vertikal dan hierarkis perlahan-lahan mulai digantikan oleh sistem yang lebih kompleks.
Sistem baru ini ditandai dengan munculnya banyak pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai belahan dunia.
"Akar dari gejolak dunia saat ini terletak pada transisinya dari model vertikal dan hierarkis yang melayani kepentingan negara-negara individual, dan hanya sebagian kecil dari mereka, menuju model yang lebih kompleks, terdistribusi, dan multipolar," kata Vladimir Putin dalam pidatonya dalam plenary session SPIEF 2026, yang dikutip kembali pada Senin, 18 Juni 2026.
Pusat kekuatan ekonomi baru kini tidak lagi tersentralisasi di Amerika Serikat, Eropa Barat, atau Jepang.
Kawasan Global South yang meliputi Asia, Timur Tengah, Afrika, hingga Amerika Latin kini muncul sebagai motor pertumbuhan baru.
Faktor pendorong utama perubahan ini meliputi pertumbuhan populasi, berkembangnya kelas menengah, pembangunan infrastruktur, serta peningkatan kemampuan teknologi dan industri.
Peran Strategis Negara Berkembang
Negara-negara berkembang kini mengambil peran yang semakin signifikan dalam menentukan arah kebijakan ekonomi global.
Jika dahulu banyak negara berkembang hanya menjadi pasar atau penyuplai bahan baku, kini situasi tersebut telah berubah.
Negara-negara ini mulai aktif membangun industri domestik, menciptakan inovasi teknologi, mengembangkan merek lokal, serta memperkuat pasar dalam negeri mereka.
Peluang ekonomi yang tersebar ke lebih banyak wilayah diyakini akan menciptakan tatanan dunia yang jauh lebih adil.
Dalam beberapa tahun ke depan, pengaruh dari negara-negara Global South diproyeksikan akan terus meningkat tajam dalam sektor perdagangan, investasi, maupun inovasi teknologi internasional.