Nilai tukar dolar Amerika Serikat mengalami fluktuasi dan rebound setelah sempat bergerak negatif terhadap beberapa mata uang utama pada sesi perdagangan Kamis, 4 Juni 2026. Pergerakan pasar forex ini dibayangi oleh sikap antisipasi para pelaku pasar terhadap pengumuman data ketenagakerjaan non-farm payroll yang dijadwalkan pada hari Jumat.
Dilansir dari fxempire.com, pasangan mata uang USD/JPY sempat tertahan oleh pembatas di level 160 yen. Jika pergerakan menembus di atas level 160 yen, pasar berpotensi bergerak menuju level 160,50 yen, dan keberhasilan melewati area tersebut diprediksi dapat mendorong pasar naik jauh lebih tinggi karena menembus rekor tertinggi tahun 1990.
Penurunan dari level saat ini akan menjadi momentum untuk mencari peluang beli kembali, terutama jika mendekati EMA 50-hari. Pasangan USD/JPY ini dikenal sangat sensitif terhadap pengumuman non-farm payroll yang akan dirilis pada hari Jumat.
Sementara itu, mata uang dolar AS tampak mulai kehilangan momentum penguatan terhadap dolar Kanada di puncak kisaran tahunan. Penurunan dari level saat ini dinilai masuk akal dengan memperhatikan perilaku imbal hasil obligasi 10-tahun di Amerika Serikat yang saat ini terpantau stagnan.
Laporan pekerjaan di Amerika Serikat serta rilis data ketenagakerjaan Kanada yang keluar pada waktu bersamaan dipastikan akan memberikan momentum. Situasi tersebut diproyeksikan memicu volatilitas yang tinggi di pasar.
Di sisi lain, dolar AS juga tercatat mengalami penurunan terhadap franc Swiss. Pergerakan pasangan USD/CHF tersebut saat ini masih berada dalam kisaran yang sama dengan area resistance pada EMA 200-hari dan area support di level 0,78.
Penurunan yang terjadi pada pasangan USD/CHF membuka peluang untuk melakukan pembelian kembali demi mengumpulkan swap. Pergerakan tersebut berpotensi membawa nilai tukar kembali naik menuju area 0,7933.