Bursa saham Amerika Serikat ditutup pada zona merah pada perdagangan Kamis waktu setempat akibat aksi ambil untung investor di sektor teknologi dan semikonduktor. Pelemahan ini terjadi setelah indeks sempat menyentuh rekor tertinggi di tengah ketidakpastian negosiasi diplomatik antara Washington dan Teheran.
Dilansir dari Suara, indeks S&P 500 mengalami penurunan sebesar 0,38 persen ke posisi 7.337,11 yang dipicu oleh tekanan pada emiten besar seperti Amazon, Broadcom, dan Micron Technology. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average merosot hingga 313,62 poin atau sekitar 0,63 persen ke level 49.596,97.
Indeks Nasdaq Composite juga terkoreksi tipis 0,13 persen dan berakhir di posisi 25.806,20 meski sempat mencatatkan rekor intraday tertinggi sepanjang sejarah selama sesi berlangsung. Penurunan performa pasar modal ini berjalan beriringan dengan fluktuasi harga minyak mentah dunia yang sempat anjlok sebelum akhirnya sedikit membaik.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat melemah 0,28 persen ke angka 94,81 dolar AS per barel, sedangkan minyak Brent turun 1,19 persen menjadi 100,06 dolar AS per barel. Situasi ini dipengaruhi oleh perkembangan dinamika politik luar negeri terkait potensi kesepakatan konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Laporan Axios sebelumnya menyebutkan adanya optimisme Gedung Putih terhadap nota kesepahaman 14 poin yang diharapkan dapat mengakhiri perselisihan. Namun, pihak Iran menyatakan bahwa mereka masih melakukan evaluasi terhadap proposal resolusi yang diajukan oleh pihak Amerika Serikat.
Ahli strategi investasi Baird, Ross Mayfield, memberikan pandangannya mengenai pergerakan pasar yang sangat dinamis belakangan ini.
"Pasar mungkin mengalami kondisi overbought menjelang periode musiman yang lebih lemah, tetapi itu hanya kritik kecil dan bukan hambatan nyata. Anda seperti siap untuk skenario kenaikan harga yang drastis di sini, kecuali terjadi sesuatu yang tak terduga," ujar Ross Mayfield, Ahli strategi investasi Baird.
Meskipun indeks utama melemah, beberapa saham individu tetap mencatatkan pertumbuhan positif, seperti Fortinet yang melonjak 20 persen setelah menaikkan proyeksi pendapatan tahunan. Selain itu, saham Peloton meningkat hampir 9 persen menyusul laporan pendapatan kuartal ketiga yang melampaui ekspektasi analis pasar.