Wamentan Sudaryono Sebut Pelemahan Rupiah Untungkan Petani Ekspor Lokal

Wamentan Sudaryono Sebut Pelemahan Rupiah Untungkan Petani Ekspor Lokal

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sering kali dipandang negatif oleh masyarakat. Namun, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono justru melihat adanya dampak positif dari fenomena ekonomi tersebut.

Dikutip dari Suara, penurunan nilai mata uang domestik ini diklaim mendatangkan keuntungan melimpah bagi jutaan petani lokal. Khususnya mereka yang memproduksi komoditas berorientasi ekspor seperti kopi, cengkeh, karet, hingga serabut kelapa.

Para petani komoditas tersebut mendapatkan keuntungan lebih karena hasil penjualan mereka dibayar menggunakan mata uang asing.

"Jadi sebetulnya nilai tukar (Rupiah) yang agak melemah ini ada beberapa, ada jutaan petani kita yang happy," ujar Sudaryono dalam acara KNPED di Jakarta.

Pernyataan tersebut memicu perhatian publik terhadap profil pria yang kini mengemban jabatan sebagai Wamentan sekaligus Komisaris PT Pupuk Indonesia (Persero) ini.

Sudaryono bukan berasal dari lingkaran keluarga elite. Ia lahir pada 23 Januari 1985 sebagai anak petani di Dusun Mangunrejo, Desa Tambirejo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Sebagai anak tunggal dari pasangan Yahyo dan Suwarni, ia dididik dengan kedisiplinan tinggi. Pola asuh ini mengantarkannya menjadi siswa berprestasi yang konsisten menempati peringkat delapan besar di sekolah.

Rekam jejak pendidikan Sudaryono tercatat cukup mentereng melalui berbagai jalur beasiswa. Ia menyelesaikan studi di SMA Taruna Nusantara sebelum melanjutkan ke National Defense Academy of Japan untuk mendalami Mechanical System Engineering.

Setelah itu, ia meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari Swiss German University pada 2017. Pendidikan akademisnya ditutup dengan raihan gelar Doktor (S3) dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Karier Korporasi dan Jabatan di Pemerintahan

Sebelum aktif di dunia politik bersama Partai Gerindra, Sudaryono bergerak sebagai profesional di sektor swasta. Ia pernah menduduki sejumlah posisi strategis di berbagai perusahaan.

Jabatan yang pernah diembannya antara lain Chairman PT Boga Halal Nusantara periode 2015-2024, Direktur PT Nusantara Telematics System pada 2019, serta CEO Garuda TV dari tahun 2022 hingga 2024.

Pengalaman manajerial di dunia usaha tersebut membuka jalan baginya masuk ke struktur pemerintahan. Selain diangkat menjadi Wakil Menteri Pertanian, Menteri BUMN juga menetapkannya sebagai Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) sejak 16 Juni 2025.

Rincian Laporan Kekayaan dan Isi Garasi

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Sudaryono mengantongi total harta kotor senilai Rp69,3 miliiar. Namun, ia juga tercatat memiliki beban utang sebesar Rp60,4 miliar, sehingga kekayaan bersihnya berjumlah Rp8,86 miliar.

Aset terbesar miliknya berupa 16 properti tanah dan bangunan hasil sendiri yang tersebar di Jawa Tengah dan Jabodetabek dengan nilai total Rp50,2 miliar.

Beberapa properti dengan nilai signifikan meliputi tanah dan bangunan seluas 2.000 m²/200 m² di Kota Semarang senilai Rp16.000.000.000, serta lahan dan bangunan 2.050 m²/1.800 m² di Klaten seharga Rp14.000.000.000.

Ia juga memiliki tanah dan bangunan seluas 237 m²/200 m² di Kota Semarang senilai Rp9.000.000.000, ditambah lahan seluas 19.440 m² di Jepara dengan nilai Rp1.944.000.000.

Sementara itu, untuk sektor alat transportasi, isi garasi pria berzodiak Aquarius ini mencakup tiga unit mobil SUV dan MPV dengan nilai total Rp750 juta.

Koleksi kendaraannya terdiri dari Toyota Fortuner tahun 2014 senilai Rp250.000.000, Toyota Innova tahun 2018 seharga Rp150.000.000, serta Toyota Fortuner tahun 2022 senilai Rp350.000.000.

Artikel terkait

Rekomendasi