Warga Amerika Lebih Takut Kehabisan Uang Dibanding Kematian

Warga Amerika Lebih Takut Kehabisan Uang Dibanding Kematian

Sebanyak 64 persen warga Amerika Serikat merasa lebih takut kehabisan uang di masa tua dibandingkan dengan kematian itu sendiri berdasarkan laporan Allianz 2025 Retirement Study yang dirilis pada Rabu, 13 Mei 2026. Kecemasan finansial ini dipicu oleh lonjakan inflasi yang persisten, ketidakpastian solvabilitas Jaminan Sosial, serta penurunan tingkat tabungan pribadi yang mencapai titik terendah dalam dua tahun terakhir.

Data dari Allianz menunjukkan bahwa biaya hidup yang meroket menjadi faktor utama kekhawatiran bagi 64 persen responden, disusul oleh keraguan 54 persen warga terhadap kecukupan tunjangan Jaminan Sosial. Tekanan ekonomi ini semakin diperkuat dengan Indeks Harga Konsumen yang mencapai angka 330,3 pada Maret 2026, mencatatkan kenaikan 1,1 persen dari bulan sebelumnya.

Kekhawatiran terhadap masa depan program pemerintah juga meningkat tajam dalam setahun terakhir. Laporan tersebut mencatat lonjakan signifikan dari 57 persen pada 2024 menjadi 67 persen warga yang kini ragu Jaminan Sosial dapat membiayai seluruh masa pensiun mereka.

"64% worry more about running out of money than death itself" ujar Allianz dalam laporannya.

Studi ini memaparkan bahwa masalah utama bukan sekadar ketakutan abstrak, melainkan persoalan aritmatika di mana pengeluaran harian seperti energi naik 14,43 persen secara tahunan. Kondisi ini diperparah dengan penurunan tingkat tabungan pribadi dari 6,2 persen pada awal 2024 menjadi hanya 4 persen pada kuartal pertama 2026.

Meskipun rata-rata target tabungan untuk pensiun yang nyaman mencapai 3.327.000 dolar AS, mayoritas masyarakat belum memiliki strategi konkret untuk mencapainya. Sebanyak 55 persen responden mengaku tidak menabung dengan cukup, dan hampir separuh dari mereka tidak memiliki rencana keuangan tertulis.

Terdapat pula kesenjangan pemahaman yang besar mengenai mekanisme tunjangan hari tua. Hanya 25 persen responden yang memahami bahwa manfaat Jaminan Sosial disesuaikan dengan inflasi, sementara 75 persen lainnya tidak mengerti bagaimana program tersebut terintegrasi dalam rencana pendapatan pensiun secara keseluruhan.

Sentimen konsumen secara umum juga melemah dengan Indeks Sentimen Konsumen Universitas Michigan yang berada di angka 48,2 pada Mei 2026. Situasi ini mendorong pergeseran perilaku ekonomi di mana 74 persen warga Amerika kini lebih memilih produk keuangan yang memberikan perlindungan dari kerugian besar dibandingkan mengejar keuntungan maksimal.

Artikel terkait

Rekomendasi