Sejumlah warga di RT 05 RW 49 Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, mulai konsisten melakukan pemilahan sampah rumah tangga untuk didaur ulang. Inisiatif yang berjalan sejak Agustus 2025 ini bertujuan mengonversi limbah menjadi dana kas lingkungan melalui program bank sampah.
Aksi lingkungan ini dilatarbelakangi oleh sosialisasi pengurus RT setempat guna memilah berbagai jenis sampah yang memiliki nilai ekonomi. Warga mengumpulkan material seperti botol plastik, label kemasan, penutup galon, minyak jelantah, hingga karton susu di gudang penampungan sementara.
"Nah, ibu RT memberikan informasi di arisan itu kalau bank sampah bisa dikumpulkan per RT, nanti uang yang sudah dikumpul masuk ke kas RT, biasanya digunakan untuk keperluan RT," ujar Ferina, warga RT 05, dilansir dari Lestari pada Jumat (8/5/2026).
Penyetoran sampah dilakukan setiap hari Senin secara rutin ke Bank Sampah BASUKI di tingkat RW untuk ditimbang. Ferina menjelaskan bahwa dirinya merasa senang dapat berkontribusi meskipun hasil penjualan sampah tersebut tidak masuk ke kantong pribadi melainkan menjadi hibah untuk kepentingan RT.
"Senang memilah sampah. Mubadzir juga (membuang) sampah yang masih bernilai, yang akhirnya bisa didaur ulang, meski enggak masuk kantong pribadi, (setidaknya) memilah (sampah) untuk hibah ke RT," tutur Ferina.
Selain manfaat ekonomi bagi kas lingkungan, pemilahan ini juga membantu efisiensi pengangkutan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi. Dengan memisahkan sampah anorganik, kapasitas tong sampah rumah tangga dapat menampung limbah organik lebih banyak sebelum diangkut truk DLH seminggu sekali.
Kendala operasional masih ditemukan di lapangan, terutama saat gudang penampungan penuh sehingga sampah terpaksa menumpuk di halaman rumah warga. Pengurus Bank Sampah BASUKI mencatat ada lima RT yang dikelola, meskipun RT 04 sudah mulai mandiri karena tingginya partisipasi warga dalam memilah sampah.
"Lelah pengurus kalau saat penimbangan harus merapihkan lagi. Nanti sih inginnya dibuatkan sekat, yang ini untuk kardus, yang ini buat botol agar kami enggak terlalu lelah (memilah ulang)," ujar Elly, pengurus bank sampah sekaligus Ibu RT 05.
Dana hasil penjualan sampah di RT 05 sebelumnya telah terkumpul sebesar Rp2 juta dan dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas fisik berupa pos baru. Elly memperkirakan saat ini terdapat sekitar 15 rumah tangga di wilayahnya yang rutin menyetorkan sampah terpilah.