Seorang ibu rumah tangga berusia 54 tahun bernama Risa Utami mengikuti pelatihan kelas Tata Boga di Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Bogor, Empang, Jawa Barat, pada Senin (18/5/2026) demi meningkatkan keterampilan usahanya.
Kegiatan tersebut diikuti oleh Risa untuk memperluas variasi menu makanan pada usaha jualan yang ia kelola, seperti dilansir dari Megapolitan. Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai reseller minuman herbal dan penjual olahan ikan bandeng ini sebelumnya tidak pernah membuat kue kering atau roti sendiri.
"Ini harus diparut gini, kalau kejunya banyak kayaknya enak ya," kata Risa sambil tertawa bersama teman pelatihannya.
Risa menceritakan rasa syukurnya karena mendapatkan kesempatan berharga untuk mempelajari pembuatan roti dan kue kering langsung di ruang pelatihan BLK Kota Bogor.
"Cuman kalau kayak bikin kue gitu saya enggak bisa bikinnya. Tapi alhamdulillah di BLK saya bisa bikin roti, bisa ini hari ini bikin kastengel, bikin kue kering gitu, jadi alhamdulillah banget," kata dia kepada Kompas.com.
Pendaftaran Risa di kelas Tata Boga bermula secara tidak sengaja pada Maret 2026 saat mengantarkan anaknya mendaftar pelatihan, hingga akhirnya ia bertanya langsung kepada Kepala BLK Eka Permana mengenai batasan usia peserta.
"Takutnya, khawatirnya, 'oh enggak bisa' gitu. Ternyata alhamdulillah ya rezeki gitu, boleh gitu. Jadi ya rezeki banget gitu," kata dia.
Risa sempat ragu karena usianya telah melewati batas umum kepesertaan yang biasanya diprioritaskan bagi masyarakat berumur 17 sampai 35 tahun.
"Saya ke Pak Eka 'Eh saya bisa daftar enggak?' gitu, dan ternyata masih bisa gitu. Jadi, 'Terkendala umur enggak?' gitu kan. 'Oh enggak apa-apa deh Bu' gitu katanya," sambung Risa.
Meskipun menjadi salah satu peserta tertua di dalam kelas, Risa menegaskan pentingnya memperbarui pengetahuan tanpa perlu merasa malu dengan peserta lain yang berusia jauh lebih muda.
"Karena belajar itu kan enggak ada batasan usia ya. Jadi kita itu tetap semangat. Kita belajar, semakin kita banyak enggak tahu ternyata gitu. Jadi kan selalu kita upgrade ya, pengetahuan tuh sangat perlu kita upgrade pengetahuan itu," tutur Risa.
Menurutnya, seluruh peserta dalam kelas tersebut memiliki motivasi yang sama untuk memperoleh keterampilan yang berguna di masa depan.
"Because saya pasti yakin ilmunya pasti banyak gitu kan, apalagi tata boga ya. Untuk ibu-ibu, untuk anak gadis pasti akan apa, ilmu itu kan bermanfaat untuk kedepannya, dan memang benar gitu," tutur dia.
Risa menilai proses belajar langsung di BLK memberikan banyak manfaat yang tidak bisa didapatkan hanya dengan menonton video tutorial di media sosial.
"Tapi trick and tips-nya itu yang sangat mahal gitu, langkah-langkahnya kita juga tahu pasti, terus dari trial langsung itu kita tahu kualitas makanan kita itu seperti apa gitu," katanya.
Ia kini mulai memahami berbagai formula penting dalam pembuatan kue, termasuk teknik mengaduk adonan kastengel yang benar agar mendapatkan kualitas terbaik.
"Kayak bikin kastengel, ternyata bikin kastengel itu kalau misalnya pakai fat-nya kita udah misalnya kita pakai yang bagus, pakai Wijsman gitu enggak usah pakai telur, terus ngaduknya enggak usah kekencangan," ujarnya.
Selain kue kering, Risa juga membagikan resep rahasia yang ia dapatkan dari instruktur untuk membuat roti kopi dengan isi yang meleleh.
"Jadi, masukin krim yang jadi lumer di dalam itu ternyata, mentega dicampur sama gula nanti dia jadi melting gitu di dalam gitu," tambah dia.
Guna mengantisipasi keterbatasan daya ingat, perempuan asal Bogor Utara ini selalu mencatat dan merekam video instruksi di setiap tahapan memasak.
"Jadi langkahnya gimana ini? Apa apa dulu yang dimasukkan, mentega dulu, mana yang dikocok gitu kan, jadi, 'ayo direkam,' gitu. Jadi kita punya rekaman," ucap Risa.
Kini ia sudah mulai berani mempraktikkan langsung ilmu dari pelatihan tersebut di rumah, salah satunya dengan membuat kue sus yang menjadi makanan kegemarannya.
“Kue sus itu kan ada gurih, ada manis di dalamnya, jadi ketika dia mix di dalam itu kan di mulut itu enak gitu, dan dia lembut, saya suka yang gitu makanan yang gitu,” katanya.
Keterampilan baru ini membuat tingkat kepercayaan diri Risa meningkat pesat hingga ia berani membagikan kue sus buatannya kepada rekan-rekan di BLK.
“Alhamdulillah kemarin sudah saya terapkan. Dari saya enggak bisa bikin kue sus, saya bisa bikin kue sus dan saya kirim ke sini,” katanya sambil tertawa.
Baginya, mengasah kemampuan tata boga merupakan langkah nyata untuk tetap mandiri secara finansial dan produktif di usia senja.
"Jadi walaupun sudah terpenuhi tapi pengen tetap berkarya gitu. Ngapain juga gitu, kalau kita punya keterampilan, kita punya waktu, kan baiknya kita berusaha ya, punya uang sendiri itu intinya," kata dia.