Warga Bogor Selatan Perbaiki Jalan Alternatif Cipaku Lewat Swadaya

Warga Bogor Selatan Perbaiki Jalan Alternatif Cipaku Lewat Swadaya

Warga di sekitar Jalan Sekip, Lawanggintung, Bogor Selatan, merampungkan pengaspalan jalan alternatif Batutulis Cipaku-Lawanggintung secara swadaya agar bisa dilalui pengendara motor mulai Kamis (14/5/2026). Akses ini menjadi jalur krusial setelah penutupan Jalan Saleh Danasasmita akibat ancaman longsor, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.

Koordinator perbaikan jalan, Nawi, menjelaskan bahwa proses pengerjaan dilakukan oleh puluhan warga pada Rabu malam mulai pukul 20.00 WIB. Meskipun sempat terkendala hujan, warga menggunakan teknik pembakaran permukaan jalan menggunakan alat pemanas portabel dan bensin agar aspal dapat melekat dengan cepat.

"Tadi mulai kita jam 20.00 WIB. Jam 20.00 WIB langsung dikebut, alhamdulillah udah beres. Besok (hari ini) bisa digunain (jalan alternatif) lagi," kata Nawi, Koordinator jalan alternatif.

Metode manual diterapkan dalam proses ini, di mana warga memanfaatkan gas torch hingga menyiram bensin untuk mengeringkan jalan yang basah sebelum menuangkan material aspal.

"Tadi kebetulan kita nunggu reda hujan. Jalannya kita bakar dulu. Dibakar biar agak kering baru kita mulai aspal tadi. Caranya manual. Pakai yang buat barbeque, sama tadi dilempar bensin, dibakar kayak gitu," jelas Nawi, Koordinator jalan alternatif.

Material aspal sebanyak 40 karung diperoleh dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor yang memang kerap menyisihkan stok untuk perbaikan darurat oleh warga.

"Itu sekitar lumayan sih tadi ada kali 40 karung. Dari PUPR. Jadi PUPR itu sering nyisihin buat kita dan kita emang udah minta buat stok kita kok buat perbaikan," ujar Nawi, Koordinator jalan alternatif.

Pengerjaan ini melibatkan sekitar 40 hingga 50 orang yang berbagi tugas untuk menambal lubang dan meratakan jalan yang amblas menggunakan paving block sebagai pengganti alat pemadat aspal konvensional.

"Ada kali sampai 40 sampai 50 orang. Di bawah ini kan segini sebagian, di bawah ada lagi. Di pos-pos bawah. Kan tadi ngaspal juga nggak di situ doang, yang bolong-bolong di sebelah sananya juga," kata Nawi, Koordinator jalan alternatif.

Dana operasional dan perbaikan jalan ini bersumber dari sumbangan sukarela pengguna jalan yang melintas serta iuran swadaya masyarakat sekitar. Pendapatan dari sumbangan pengendara dilaporkan bisa mencapai Rp 900.000 per hari untuk mendukung pemeliharaan jalur yang memiliki medan curam tersebut.

Berdasarkan catatan warga, volume kendaraan yang melintasi jalur ini cukup tinggi, yakni sekitar 70 hingga 80 motor dari arah Lawanggintung ke Cipaku, serta sekitar 50 motor dari arah sebaliknya setiap hari.

Artikel terkait

Rekomendasi