Warga Cipondoh Tangerang Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Banjir Berulang

Warga Cipondoh Tangerang Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Banjir Berulang

Penduduk Kampung Candulan, Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, melakukan langkah antisipasi mandiri berupa pengamanan barang berharga sejak dini hari akibat luapan air yang sering melanda pemukiman mereka pada Selasa (5/5/2026).

Aksi sigap warga tersebut dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang menyebabkan saluran air meluap hingga menggenangi kawasan hunian. Sebagaimana dilansir dari Megapolitan, masyarakat setempat kini telah terbiasa menghadapi ancaman banjir yang datang tiba-tiba.

Oman, salah satu warga berusia 42 tahun, mengungkapkan bahwa dirinya langsung bersiap melakukan pengamanan begitu melihat tanda-tanda peningkatan debit air di lingkungan sekitar tempat tinggalnya.

"Kalau air sudah naik di got dan mulai meluap, kita sudah buru-buru pindahin kendaraan," ujar Oman.

Aktivitas warga yang mulai memindahkan kendaraan menjadi pertanda bagi penghuni lainnya untuk segera terbangun dan memulai proses evakuasi guna meminimalkan kerugian material.

"Kalau sudah ramai orang pindahin motor, berarti air sudah naik. Kita langsung buru-buru evakuasi," kata dia.

Kendaraan bermotor menjadi prioritas utama untuk diselamatkan karena posisi parkir yang berada di lantai dasar. Sementara itu, barang-barang perabotan rumah tangga lainnya sudah terlebih dahulu dipindahkan ke lantai atas sebagai langkah pencegahan sebelum luapan air masuk ke dalam rumah.

Pola antisipasi serupa juga diterapkan oleh Rena, warga berusia 39 tahun yang telah memahami ritme bencana banjir di wilayah tersebut, terutama dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

"Sebagian barang sudah diamankan duluan. Sudah biasa, jadi sudah ancang-ancang," kata Rena.

Langkah pencegahan ini juga dilakukan oleh para pemilik usaha warung sembako yang segera memindahkan barang dagangan mereka ke tempat yang lebih tinggi agar tidak terendam genangan air.

"Yang bawah sudah diamankan, jadi tidak ada barang yang terendam," ujar dia.

Meningkatnya kewaspadaan masyarakat ini merupakan dampak dari frekuensi genangan air yang kini dilaporkan terjadi hampir setiap bulan saat hujan deras turun. Hal ini menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan periode sebelumnya di mana banjir besar biasanya hanya terjadi dalam siklus lima tahunan.

"Kalau dulu kan tiap lima tahun sekali, sekarang hampir sebulan beberapa kali. Waktu Lebaran saja sudah tiga kali banjir," ucap dia.

Artikel terkait

Rekomendasi