Warga Lintas Agama Apresiasi Tingkat Toleransi di Jakarta

Warga Lintas Agama Apresiasi Tingkat Toleransi di Jakarta

Sejumlah warga dari berbagai latar belakang keyakinan menilai tingkat toleransi beragama di Jakarta sudah cukup baik saat menghadiri kegiatan lintas agama di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Sabtu (9/5/2026). Kehadiran mereka dalam perayaan ke-219 Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) tersebut bertujuan untuk mempererat persaudaraan antarumat.

Kondisi kerukunan di ibu kota dianggap mengalami kemajuan positif oleh para peserta yang hadir. Dilansir dari Megapolitan, para warga berkomitmen untuk terus menjaga keharmonisan agar situasi di Jakarta menjadi lebih kondusif bagi semua golongan agama.

Salah satu umat Katolik, Sugiharto, mengungkapkan pandangannya mengenai situasi toleransi saat ini yang menurutnya sudah berjalan dengan semestinya meski terdapat tantangan kecil. Pria berusia 77 tahun ini merasa sebagai bagian dari kelompok minoritas, dirinya tetap mampu menjalin kerja sama dengan pihak lain.

"Puji Tuhan selama ini (toletansi di Jakarta) baik. Ya, biasa ada kerikil-kerikil sedikit, kita sebagai minoritas bisa mengelola, bisa mengajak bareng-bareng," kata Sugiharto.

Pandangan serupa disampaikan oleh Saifuddin, seorang Ustadz asal Tanjung Priok yang secara rutin mengikuti agenda tahunan di Gereja Katedral. Menurutnya, Jakarta memiliki capaian toleransi yang sangat menonjol jika dibandingkan dengan wilayah-wilayah lainnya di Indonesia.

"Untuk Jakarta udah sangat-sangat baik sekali dibanding dengan daerah-daerah ya. Jakarta ini saya rasa sudah tidak ada lagi yang namanya gap (sekat) antara agama satu dengan agama yang lain. Antara Islam, Kristen, Buddha, Hindu, itu tidak ada," tutur Saifuddin.

Kehadiran tokoh agama Islam ini merupakan tahun ketiga secara berturut-turut dalam acara yang sama. Motivasi utamanya adalah untuk memastikan tali silaturahmi dengan penganut agama lain tetap terjaga dengan kuat di tingkat akar rumput.

Komentar mengenai perkembangan situasi keberagaman juga datang dari Philip yang merupakan umat Katolik lainnya. Ia memberikan penilaian angka terhadap perkembangan izin dan pertumbuhan aktivitas agama-agama lain yang kini semakin terlihat di berbagai lokasi.

"Saya kalau beri nilai sudah 75 persen, karena saya lihat perkembangan di mana-mana agama lain boleh tumbuh," ucap Philip.

Meski melihat banyak kemajuan, Philip memberikan catatan bahwa masih terdapat tantangan dari kelompok tertentu yang tidak menginginkan adanya persatuan antarumat beragama. Ia menekankan bahwa sikap saling menghargai harus terus dijunjung tinggi sebagai fondasi utama kekuatan bangsa Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi