Warga Minta Perawatan Akses Jalan Stasiun Jurangmangu Ditingkatkan

Warga Minta Perawatan Akses Jalan Stasiun Jurangmangu Ditingkatkan

Sejumlah pengguna jalan mendesak peningkatan perawatan akses pejalan kaki yang menghubungkan kawasan Stasiun Jurangmangu, Ciputat, Tangerang Selatan dengan area sekitar kampus Universitas Pembangunan Jaya (UPJ), setelah fasilitas atap di lokasi tersebut mengalami kerusakan.

Kondisi jalur pedestrian penunjang transportasi massal ini dilaporkan mengalami kerusakan berupa atap yang bolong serta berkarat, seperti dilansir dari Megapolitan. Pada hari Kamis, 21 Mei 2026, petugas kebersihan tampak mulai melakukan perbaikan di area terdampak.

Kerusakan infrastruktur pelindung pejalan kaki tersebut dikeluhkan oleh masyarakat sekitar yang melintas setiap hari karena dianggap membahayakan keselamatan dalam kondisi cuaca buruk.

"Diperbaiki, jangan cuma ditambal saja. Terus juga perawatannya diperhatikan lagi biar tidak terulang," ujar Rizkya, seorang warga pengguna akses pejalan kaki.

Rizkya mengungkapkan rasa khawatir yang mendalam lantaran ia rutin melewati area tersebut bersama buah hatinya.

"Kalau kaya gitukan sudah bolong, ya khawatir, takutnya kalau sampai rubuh ditambah belakangan ini lagi hujan deras mulu, kadang hujan angin, bahaya juga kalau kondisinya masih kaya gitu," kata Rizkya.

Keluhan serupa mengenai keamanan fasilitas publik ini turut disampaikan oleh pejalan kaki lainnya yang merasakan kecemasan serupa saat cuaca buruk melanda kawasan tersebut.

“Takut roboh juga. Paling takut itu kalau pas hujan karena belakangan ini hujan angin,” kata Mariam, pengguna jalan lain.

Selain permasalahan pada struktur atap, Mariam juga menyoroti aspek keselamatan lain berupa kurangnya fasilitas penerangan jalan umum di sepanjang jalur tersebut.

"Saya kalau malam-malam lewat sini tuh masih kurang pencahayaannya, jadi kalau bisa diterangin lagi, lumayan gelap juga kalau lewat sini," kata Mariam.

Kondisi jalur yang gelap di malam hari diakui membuat masyarakat merasa tidak nyaman saat berjalan kaki menuju stasiun.

Di sisi lain, penanganan di lapangan terhadap kerusakan atap seng spandek seluas 15 x 4 meter tersebut langsung digenjot oleh petugas di lokasi pada hari Kamis.

“Air hujan jadi enggak mengalir dan menumpuk di spandek, akhirnya berkarat dan gampang hancur,” kata Yanto, salah satu petugas di lokasi.

Yanto menjelaskan bahwa kerusakan dipicu oleh rimbunnya pohon bambu yang menyumbat aliran air, sehingga petugas melakukan perbaikan spandek dan pemangkasan tanaman.

"Ganti spandek, tapi enggak sampai ditebang pohon bambunya, paling dirapihkan saja," kata Yanto.

Artikel terkait

Rekomendasi