Kawasan Perimeter Utara Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten dipadati masyarakat yang berkumpul untuk bersantai dan melihat pesawat dari dekat pada Sabtu (16/5/2026). Fenomena ini dipicu oleh harga jajanan yang terjangkau serta pemandangan langsung ke landasan pacu, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
Sejumlah pedagang makanan dan minuman menggelar lapak di atas rumput tepi jalan, sementara pengunjung duduk lesehan menggunakan banner. Aktivitas ini tetap berlangsung ramai meskipun di sepanjang area tersebut telah dipasang plang larangan berhenti bagi kendaraan maupun masyarakat.
Salah seorang pengunjung bernama Sarah menuturkan bahwa dirinya kerap mendatangi lokasi ini bersama rekan-rekannya ketika hari libur tiba.
“Ke sini kalau libur aja kayak Sabtu gini atau Minggu, tapi enggak yang tiap minggu gitu,” kata Sarah, salah seorang pengunjung.
Kondisi cuaca pascahujan dinilai menambah kenyamanan bagi para warga yang ingin menghabiskan waktu sore di area tersebut.
“Enak banget suasananya, apalagi habis hujan gini, jadi adem. Terus di depan bisa liat pesawat,” ujar Sarah.
Faktor ekonomi juga menjadi alasan utama Sarah memilih lokasi ini dibandingkan dengan tempat berkumpul lainnya.
“Sebenernya kan ada tuh yang tempat kayak bakso di sana, tapi enakan ngemper di alas kayak gini. Harganya juga lebih murah kan,” ungkap Sarah.
Ia membandingkan harga minuman di area perimeter yang jauh lebih ramah di kantong daripada kedai kopi modern.
“Ya di sini minum es cuma Rp 5.000, kalau di tempat kopi yang kayak di sana pasti lebih mahal,” lanjut Sarah.
Pengunjung lain, Amin, menyatakan ketertarikannya datang ke lokasi tersebut bersama keluarga setelah menyaksikan tayangan yang viral di media sosial.
“Tertarik aja gitu bisa lihat pesawat, apalagi anak-anak kan juga pengin lihat gitu langsung dari deket,” ujar Amin, seorang warga.
Seorang pedagang bernama Kiki menjelaskan bahwa kepadatan pengunjung di perimeter utara ini merupakan agenda rutin setiap akhir pekan.
“Udah setahun di sini, biasa lah kalau libur pasti rame. Apalagi besok nih Minggu, udah pasti tambah rame,” kata Kiki, salah seorang pedagang.
Menurut pengamatan Kiki, daya tarik tempat ini mampu mendatangkan masyarakat dari wilayah yang cukup jauh dari bandara.
“Orang yang dateng aja pada dari jauh-jauh, Cengkareng aja ada,” tutur Kiki.
Walau demikian, ia menyadari bahwa kegiatan berjualan dan berkerumun di lahan tersebut sebenarnya melanggar regulasi yang berlaku.
“Kaga boleh sebenarnya, ini kan tanah mereka. Makanya kita mah kalau diusir-usirin nurut aja,” tambah Kiki.
Petugas aviation security yang berpatroli menggunakan mobil dan sepeda motor kemudian mendatangi lokasi guna menertibkan area. Para pedagang langsung membereskan barang dagangan mereka dan bergerak mundur ke balik pagar besi pembatas.