Program gentengisasi yang diinisiasi pemerintah memberikan dampak positif bagi kenyamanan hunian warga di Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat (8/5/2026). Inisiatif rehabilitasi atap dari asbes menjadi genteng ini dinilai berhasil menurunkan suhu ruangan secara signifikan.
Kukum, seorang warga RT 8 RW 1, mengungkapkan bahwa rumahnya kini terasa jauh lebih nyaman. Sebelum mendapatkan bantuan, kondisi atap asbes miliknya sudah banyak mengalami kerusakan dan memicu hawa panas yang menyengat di dalam bangunan, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
"(Sebelumnya) pure asbes. Kalau asbes itu menjelang siang sekitar pukul 10.00 WIB aja panasnya udah minta ampun," kata Kukum saat diwawancarai Kompas.com di rumahnya, Jumat (8/5/2026).
Perubahan material atap tersebut diakui memberikan perbedaan suhu yang kontras. Kukum merasakan kesejukan di dalam rumahnya meskipun matahari sedang terik pada siang hari.
"Kalau ini agak sedikit teredam ya, tidak terlalu panas. Emang manfaatnya sih beda jauh lah pakai genteng dengan asbes perbedaannya," jelas Kukum.
Proses renovasi dimulai setelah adanya pendataan oleh Bintara Pembina Desa (Babinsa). Awalnya Kukum mencoba membantu mencari warga lain untuk ikut serta, namun karena tidak ada yang mengajukan, ia akhirnya mendaftarkan rumahnya sendiri yang kemudian segera disurvei dan dikerjakan dalam waktu dua hari.
"Akhirnya ya udah, hari itu juga langsung disurvei. Selang dua hari langsung pengerjaan," katanya.
Pelaksanaan teknis pembangunan dilakukan oleh para tukang dengan dukungan personel TNI. Kukum mengingat pengerjaan fisik tersebut telah tuntas dilakukan beberapa waktu lalu.
"Pengerjaannya itu tiga minggu yang lalu kalau enggak salah," ujarnya.
Kukum sebenarnya sudah memiliki keinginan untuk merenovasi atap rumahnya secara mandiri sejak lama. Namun, tekanan ekonomi dan kebutuhan biaya pendidikan anak yang memasuki jenjang perkuliahan membuat rencana tersebut terus tertunda.
"Emang rencana sih udah ada, cuman karena satu, ya kesulitan ekonomi juga. Kemudian kan tahun ini anak saya memasuki kuliah, jadi dana-dana itu kepakai lagi, kepakai lagi. Kemudian ada tawaran itu, ya udah," tuturnya.
Melihat manfaat langsung yang dirasakan, ia berharap agar jangkauan program ini terus diperluas ke area lain. Hal ini mengingat masih banyak warga di sekitarnya yang membutuhkan perbaikan serupa.
"Harapannya sih kemarin juga ngomong sama Pak Babinsa sepertinya bakal ada lagi, cuman nanti enggak tahu untuk lokasi ini lagi atau disebar ke RW lain lagi, seperti itu," tambahnya.