Sebuah warung bakso di Klaten menjadi sorotan di media sosial setelah membebankan biaya tambahan penggunaan AC kepada konsumen. Kebijakan menarik ongkos fasilitas pendingin ruangan sebesar Rp3 ribu per pelanggan tersebut menuai kritik tajam dari publik.
Peristiwa ini pertama kali diketahui setelah seorang pelanggan mengunggah foto bukti pembayaran ke media sosial. Unggahan yang menunjukkan rincian biaya AC itu langsung memicu beragam komentar dari warganet, seperti dilansir dari Suara.
Pelanggan tersebut meluapkan kekecewaannya secara terbuka melalui sebuah tulisan dalam unggahan yang viral tersebut.
"Di Klaten makan bakso AC-nya berbayar. KOCAKKKK, kalo nggak kuat bayar AC kenapa lu pasang terus bebanin ke customer. Kipas ajalah kipas anjir," tulisnya.
Respons publik sebagian besar menyayangkan aturan tersebut karena dinilai tidak lazim untuk tempat makan sederhana. Netizen menganggap fasilitas penunjang kenyamanan seperti AC seharusnya sudah masuk dalam komponen harga menu yang disajikan.
Menanggapi gelombang protes, pihak pengelola tempat makan langsung mengambil tindakan evaluasi. Pemilik warung telah menghubungi pelanggan terkait untuk menyampaikan permohonan maaf dan memberikan kompensasi gratis.
Pihak manajemen melalui perwakilan keluarga pemilik kemudian merilis surat terbuka guna mengklarifikasi situasi. Penarikan biaya tambahan tersebut diakui sebagai bentuk kelalaian dalam koordinasi tata kelola internal.
"Halo! Perkenalkan saya Bintang teman-teman selaku Saudara pemilik Resto Bakso Balungan Wonogiri Pakdhe Ke-14 yang berada di Jln Mayor Kusmanto No. 108 Klaten," tulis perwakilan manajemen.
Pihak pengelola memastikan penarikan dana untuk fasilitas pendingin ruangan itu resmi ditiadakan. Manajemen berjanji akan membenahi sistem operasional agar pelayanan kepada konsumen dapat berjalan lebih baik tanpa memicu kontroversi lagi.
"Terkait utas ini kami dari pihak manajemen Resto meminta maaf akibat Charge AC 3rb/Orang yang seharusnya tidak dibebankan," lanjutnya.
Evaluasi menyeluruh kini tengah dilakukan oleh manajemen guna menghindari kesalahan serupa di masa mendatang. Kasus ini dijadikan refleksi penting bagi pemilik usaha dalam merumuskan kebijakan operasional usaha kuliner mereka.
"Menindaklanjuti terkait isu utas utama disini soal ‘AC per 1 orang’ sudah kami hapus dikarenakan miss management kami dan memohon maaf atas kelalaian kami, semoga dengan utas ini menjadi pembelajaran bagi kami dalam mengambil keputusan kedepannya," tulisnya.
Pengelola menyatakan siap menerima masukan maupun kritik yang membangun dari seluruh lapisan masyarakat demi meningkatkan kualitas pelayanan. Langkah ini diambil sebagai komitmen untuk menjaga kepercayaan para pelanggan setianya.
"Dan surat terbuka bagi seluruh teman-teman yang ingin mencoba bakso kami dengan senang hati kami akan melayani dengan sepenuh hati, jika ada kesalahan ataupun kritik akan diterima dan dievaluasi secara bertahap. Terima kasih banyak bagi customer kami yang sudah mampir dan mencoba," tutupnya.