Sepasang pengantin bernama Fenny dan Renandy menjadi korban penipuan oleh sebuah penyedia jasa pernikahan atau wedding organizer (WO) saat menggelar acara pernikahan di Gedung Islamic Center Bekasi pada Sabtu, 23 Mei 2026. Kasus ini menjadi viral di media sosial setelah suasana lokasi acara yang kosong tanpa dekorasi dan katering diunggah oleh salah satu pihak keluarga.
Peristiwa memilukan tersebut dilansir dari Wolipop mula-mula disebarkan oleh akun Instagram @ezaputra_39 melalui sebuah unggahan video. Pihak pengunggah merekam kondisi ruangan gedung yang tampak sepi dan tidak siap untuk menggelar pesta resepsi pernikahan yang semestinya berjalan meriah.
"Penipuan kembali terjadi guys, ini terjadi pada saudara kami. Hati Hati memilih Wo, sesuai dengan podcast saya kemarin di Densu. Cc @bintangglare," tulis akun @ezaputra_39 dalam unggahannya.
Melalui rekaman video di lokasi kejadian, pemilik akun menjelaskan secara detail bahwa seluruh vendor yang seharusnya menyediakan fasilitas penting untuk acara tersebut melarikan diri. Gedung yang digunakan bahkan belum dibayarkan oleh pihak penyelenggara acara pernikahan.
"Parah banget nih saudara gue lah, kena korban WO Marwah. Coba kita lihat, dia nipu, nggak tanggung jawab. Ini semuanya nggak ada, vendornya kabur. Harusnya ada resepsi yang bagus, catering, dekor, semuanya nggak ada. Ini bener-bener jadinya sederhana banget ala kadarnya. Ini ala kadarnya nggak ada apa-apa. Semua gedung, semuanya belum dibayar. Lokasinya ada di Islamic Center Bekasi. Terima kasih," ujar pengunggah.
Pihak keluarga kemudian menampilkan pernyataan langsung dari mempelai wanita yang mengonfirmasi kegagalan total dari seluruh rangkaian acara yang telah mereka pesan. Fenny menyebutkan identitas dari pihak pengelola jasa penata pernikahan yang tidak bertanggung jawab tersebut.
"Saya Fenny, selalu korban dari Marwah Health & Safety. Acara saya yang berlangsung pada 23 Mei 2026 yang tidak terlaksana, yang tidak berjalan di Femi Islamic Center. Yang harusnya berjalan acara angkat dan resepsi. Karena vendor ini tidak datang, tidak ada dekor, tidak ada catering. Tidak ada entertainment, tidak ada photographer, tidak ada videographer. Itu batal semua, dan yang datang itu hanya MUA, hairdo, MC, dan attire. Itu ada yang memang belum membayar dari Marwah. Tapi mereka masih tetap membantu untuk datang di acara angkat saya. Dan tidak dilakukan resepsi, itu saja. Terima kasih," ucap Fenny, pengantin wanita.
Unggahan tersebut segera memicu reaksi dari para pengguna internet yang memadati kolom komentar. Sebagian warganet memberikan saran teknis mengenai cara aman memesan kelengkapan pernikahan agar terhindar dari modus penipuan serupa.
"Saran aja, kalau mau nikah, pilih gedungnya dl, trus tanya rekanan gedungnya, mulai dari dekorasi, MC, band, fotografer, dll. Jangan ikut2 pameran2 WO. Bahaya!!" saran akun @rocky.singodimedjo.
Warganet lain juga mempertanyakan rincian biaya pengeluaran dari paket pernikahan yang diambil oleh korban. Di sisi lain, apresiasi diberikan kepada para petugas lapangan yang tetap bersedia membantu jalannya acara akad.
"Mau tau berapa sih paketan wedding , dan berapa berapa undangan ?" penasaran akun @roshadi_cahyadi.
"Thanks buat MC dan MUA nya keren banget masih mau support keluarga 😭😭😭," saut akun @mikoprojects06.
Komentar bernada keprihatinan turut disampaikan oleh akun lain yang memperingatkan calon pengantin agar tidak mudah tergiur penawaran harga murah. Sementara itu, pembawa acara pernikahan yang bertugas memberikan keterangan tambahan mengenai situasi riil di tempat kejadian.
"Turut prihatin kejadian ini terus terulang 🙏🏻, buat para calon pengantin lebih berhati-hati dalam memilih vendor, jangan sampai tergiur harga dan bonus bonus yang berlebihan yaa ❤️," timpal akun @kiranatwofunctionhall.
M. Eza Wardi Saputra atau Eza Putra, pembawa acara berusia 27 tahun asal Jakarta, membenarkan situasi kacau tersebut saat dirinya tiba di lokasi. Eza menyatakan tidak mengetahui konflik awal dan hanya mendapati fasilitas minimal milik gedung yang tersedia.
"Saya MC yang bertugas. Cerita dari awal banget sih aku kurang tahu, soalnya pas aku datang, tidak ada semua dekor, katering, dan lain-lain. Yang ada cuma MC dan sound saja, itu pun dari gedung," ungkap Eza kepada Wolipop.
Kondisi psikologis kedua mempelai dilaporkan langsung terguncang hebat setelah mengetahui hari bahagia mereka hancur akibat tindakan dari pihak penyelenggara acara. Eza menuturkan bahwa situasi emosional pengantin sangat terpukul saat berada di Islamic Center Bekasi.
"Pengantin shock berat dan histeris, sampai saat ini belum mau bicara," lanjut Eza.
Sebagai sesama pekerja industri pernikahan, Eza menyatakan ikut merasakan kesedihan mendalam atas nasib buruk yang menimpa kliennya. Insiden penipuan ini membuat momen sakral kedua mempelai berakhir tanpa adanya perayaan resepsi.
"(Reaksi saya) shock dan kasihan terhadap calon pengantin," tutup Eza.