Tiga WNA China Berkedok Topeng Messi Bobol Rumah di Bogor

Tiga WNA China Berkedok Topeng Messi Bobol Rumah di Bogor

Tiga warga negara asal China berinisial JW (33), RW (37), dan HL (39) diringkus polisi setelah melakukan aksi pencurian dengan pemberatan di sebuah rumah di kawasan Rancamaya, Kota Bogor, pada Minggu (22/3/2026). Para pelaku yang terekam kamera pengawas menggunakan topeng pemain sepak bola Lionel Messi tersebut ditangkap saat hendak melarikan diri melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Aksi pembobolan ini dilansir dari Megapolitan dilakukan dengan cara merusak pagar belakang dan pintu kamar rumah saat pemiliknya tengah berlibur ke luar negeri. Berdasarkan hasil analisis rekaman CCTV, kepolisian mengidentifikasi ciri fisik para tersangka serta penggunaan alat bantu berupa batang besi untuk membongkar brankas korban.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Aji Riznaldi mengungkapkan bahwa pengamatan visual dari rekaman di lokasi kejadian menunjukkan adanya tiga orang pelaku dengan postur tubuh yang berbeda. Ia menyebutkan bahwa para tersangka berkomunikasi menggunakan bahasa tertentu saat beraksi di dalam rumah.

"Berdasarkan CCTV, berdasarkan analisa ada terlihat dua orang pelaku berbadan tegap dan tinggi. Sedangkan satu orang lainnya berbadan pendek," kata Aji di Polresta Bogor Kota, pada Selasa (5/5/2026).

Identitas kewarganegaraan para pelaku semakin kuat setelah petugas memeriksa audio dari rekaman tersebut secara mendalam. Selain mengenakan topeng seragam, mereka juga melengkapi diri dengan perlengkapan penunjang untuk meminimalisir jejak.

"Jadi semua orang itu pakai topeng pemain sepak bola. Kemudian di CCTV kalau misalkan didengerin betul-betul, ngobrol bahasa China, bahasa mandarin," tutur dia.

Penyidik juga merinci atribut busana yang dikenakan para tersangka, termasuk tulisan pada pakaian dan tas yang dibawa untuk mengangkut hasil curian. Pelaku diketahui masuk ke area privat korban pada pukul 20.49 WIB, namun pemilik rumah baru menyadari kejadian tersebut beberapa saat kemudian melalui notifikasi ponsel.

"Kemudian dua pelaku memakai kaos hitam bertuliskan 'REPEIRS' di bagian punggung. Dan satu pelaku yang berbadan pendek membawa tas punggung warna hitam," ujar Aji.

Korban yang bernama Susanto segera mengambil tindakan dengan menghubungi pihak keamanan lingkungan dan keluarga begitu melihat pergerakan asing di propertinya. Penemuan kondisi rumah yang sudah acak-acakan dilaporkan terjadi sekitar satu jam setelah aksi dimulai.

"Namun, korban baru melihat hal tersebut di jam 21.35 WIB. Setelah korban melihat hasil rekaman CCTV tersebut, benar bahwa ada orang yang masuk ke dalam rumahnya dan melakukan pencurian," jelas Aji.

Proses pengambilan barang berharga dilakukan dengan merusak fasilitas pengamanan internal rumah. Polisi memastikan bahwa modus operandi yang digunakan melibatkan perusakan fisik pada akses masuk ruangan utama.

"Pelaku melakukan hal tersebut dengan cara masuk melalui pagar belakang rumah, kemudian merusak pintu kamar milik korban kemudian mengambil barang-barang berharga milik korban," ucap Aji.

Setelah melakukan aksi di Bogor, para tersangka terdeteksi berada di Bali untuk meninggalkan wilayah Indonesia. Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan menyatakan bahwa penangkapan berhasil dilakukan pada Sabtu (2/5/2026) berkat koordinasi cepat mengenai status daftar pencarian orang (DPO).

"Kami mampu menangkap siapa pun yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), sepanjang informasinya disampaikan kepada Kantor Imigrasi Ngurah Rai dengan cepat dan akurat," ujar Bugie dalam keterangan tertulisnya, Senin (4/5/2026).

Penyelidikan lebih lanjut mengungkap pola perjalanan internasional para tersangka yang tergolong sangat aktif. Kompol Aji Riznaldi memaparkan bahwa ketiga WNA tersebut memiliki mobilitas tinggi antarnegara di kawasan Asia dalam kurun waktu singkat.

"Dalam sebulan satu negara. Satu bulan satu negara. Satu bulan satu negara. Betul, pulang dulu (ke China) terus balik lagi," kata Aji.

Data pada paspor dan visa menunjukkan rentetan kunjungan ke berbagai negara tetangga sebelum akhirnya melakukan kejahatan di Indonesia. Polisi kini fokus menelusuri tujuan dari setiap perjalanan yang tercatat dalam dokumen imigrasi mereka.

"Jadi negara-negara yang dia kunjungi itu Malaysia, Kamboja, Brunei, Indonesia, kemudian Vietnam. Asia ya, rata-rata Asia semua," lanjut dia.

Saat ini, koordinasi intensif antara Polresta Bogor Kota dan pihak imigrasi masih berlangsung guna membedah riwayat perjalanan para tersangka. Langkah ini diambil untuk melihat kemungkinan adanya keterkaitan tindak pidana serupa di lokasi atau negara lain.

"Nah, ini kita sedang dalami, kita sedang kerja sama dengan imigrasi. Karena di visanya ini banyak nih perjalanannya nih di visanya. Ada dari Malaysia dulu kan, dari Malaysia ke mana," jelasnya.

Artikel terkait

Rekomendasi