Nilai tukar won Korea Selatan bergerak menguat hingga kisaran 1.518 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa (9/6). Pemulihan ini terjadi setelah mata uang tersebut sempat menyentuh posisi terlemahnya sejak Maret 2009 di level mendekati 1.560.
Langkah stabilisasi tersebut dipicu oleh tindakan otoritas dan institusi besar yang meningkatkan pasokan dolar di pasar, seperti dilansir dari Investasi pada Selasa (9/6). Layanan Pensiun Nasional milik negara dilaporkan melakukan lindung nilai valuta asing dan memperbesar penjualan dolar di dalam negeri.
Para pembuat kebijakan juga konsisten menyampaikan peringatan lisan terkait volatilitas yang berlebihan serta mengawasi aktivitas pasar secara ketat. Di sisi lain, meredanya ketegangan geopolitik antara Israel dan Iran yang menyepakati gencatan senjata turut memperbaiki sentimen risiko dan menurunkan permintaan terhadap aset aman.
Penguatan mata uang ini juga ditopang oleh kinerja ekspor semikonduktor yang solid serta revisi kenaikan pertumbuhan PDB kuartal pertama menjadi 1,8%. Faktor-faktor tersebut berhasil meningkatkan ekspektasi pertumbuhan ekonomi dan memperbaiki neraca eksternal negara.
Meski demikian, laju penguatan won masih tertahan oleh keperkasaan dolar Amerika Serikat di pasar global. Hal ini terjadi karena para pelaku pasar tengah menilai kembali ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve setelah melihat data ekonomi Amerika Serikat yang tetap tangguh.