Kondisi ekonomi Indonesia dilaporkan mengalami tekanan berat sepanjang periode tahun 2023 hingga 2025 akibat kombinasi kebijakan fiskal serta moneter yang dinilai terlampau ketat. Penilaian mengenai situasi makroekonomi nasional tersebut diungkapkan oleh putra Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Yudo Sadewa, dalam sebuah tayangan podcast bersama Samuel Christ.
Pelemahan daya beli masyarakat lapisan bawah terjadi sebagai dampak langsung dari lonjakan suku bunga serta peningkatan beban pajak. Sebagaimana dilansir dari Suara, situasi tersebut dinilai membuat aktivitas ekonomi masyarakat kelas bawah melambat akibat tingginya biaya hidup dan mahalnya akses pembiayaan.
"Ekonomi Indonesia tuh sebelumnya udah ancur-ancuran. Karena kesalahan kebijakan fiskal dan moneter. Tahun 2023 sampai 2025 ekonomi benar-benar diteken banget," ujarnya.
Hambatan pergerakan ekonomi pada masyarakat lapisan bawah dipicu oleh kombinasi kenaikan instrumen keuangan dan perpajakan tersebut.
"Bunga naik, pajak naik, masyarakat bawah nggak gerak jadinya," katanya.
Puncak tekanan terhadap perekonomian nasional dilaporkan terjadi pada periode Agustus hingga September 2025. Proses pemulihan ekonomi dinilai mulai berjalan pada tahun 2026, meskipun pemulihan total diproyeksikan masih membutuhkan waktu transisi.
"Tahun ini mulai recovery tapi belum pulih. Pulih itu kurang lebih butuh 1-2 tahun," ujarnya.
Ancaman krisis besar yang menyerupai peristiwa tahun 1998 dinilai berpotensi terjadi apabila otoritas pemerintah tidak segera melakukan langkah intervensi.
"Tahun 2025 ini kalau misalnya bapak nggak diangkat jadi menteri, nggak ikut turun tangan, ada potensi 2026-nya kayak tahun 1998. Soalnya udah lama ekonomi dicekek terus," katanya.
Langkah penanganan sektor keuangan negara oleh Menteri Keuangan dinilai krusial dalam meredam risiko krisis tersebut. Pengalaman serta intensitas kerja yang tinggi menjadi faktor utama keterlibatan aktif Purbaya Yudhi Sadewa dalam mengawal kebijakan ekonomi nasional atas arahan Presiden.
"Dia punya pengalaman juga sudah terbangnya tinggi. Saking jagonya bapak tidur cuma sehari dua jam, dipanggil presiden terus," ujarnya.