Zcash Melesat 1.100 Persen Jadi Sorotan di Tengah Tekanan Harga Bitcoin

Zcash Melesat 1.100 Persen Jadi Sorotan di Tengah Tekanan Harga Bitcoin

Aset kripto berbasis privasi, Zcash, menarik perhatian besar setelah nilainya melonjak lebih dari 1.100 persen dalam setahun terakhir. Lonjakan ini terjadi saat harga Bitcoin masih berada dalam tekanan pasar global.

Dilansir dari Money, harga Bitcoin tercatat mengalami penurunan hampir 25 persen dibandingkan posisi puncaknya pada Oktober tahun lalu. Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di kisaran 80.000 dollar AS, turun dari rekor tertingginya sebesar 126.000 dollar AS.

Walaupun melemah, Bitcoin sempat menunjukkan pemulihan sekitar 30 persen dari titik terendahnya. Kondisi ini membangkitkan optimisme pelaku pasar mengenai potensi supercycle kripto yang bernilai hingga 16 triliun dollar AS.

Zcash tampil dengan performa paling mencolok di tengah fluktuasi pasar. Sejumlah investor mulai menyebut aset digital yang mengutamakan privasi transaksi ini sebagai kandidat penerus Bitcoin.

Barry Silbert, pendiri Grayscale Investments, bahkan menarik perbandingan antara posisi Zcash saat ini dengan kondisi Bitcoin pada tahun 2013 silam.

"Zcash terasa seperti bitcoin pada 2013," ujar Silbert.

Zcash sendiri merupakan hasil pecahan atau fork dari Bitcoin yang resmi diluncurkan pada tahun 2016. Pengembangan aset digital ini kabarnya juga melibatkan Edward Snowden, sosok pembocor informasi yang fenomenal.

Saat ini, kapitalisasi pasar Zcash mulai mendekati angka 9 miliar dollar AS. Meski melesat, angka tersebut masih terpaut jauh dari dominasi Bitcoin yang memiliki kapitalisasi pasar sekitar 1,6 triliun dollar AS.

Dukungan Investor Global

Perusahaan investasi Multicoin Capital dilaporkan telah mengambil posisi investasi yang besar di Zcash. Mereka menilai fitur privasi yang ditawarkan menjadi daya tarik utama bagi para pemegang aset.

Tushar Jain, mitra pengelola Multicoin Capital, menjelaskan bahwa fitur privasi tersebut membuat detail transaksi dan identitas pengguna tidak mudah dilacak oleh publik.

"Multicoin telah membeli posisi signifikan di Zcash untuk mendukung tesis tersebut," ujar Jain.

Teknologi zero-knowledge cryptography pada Zcash memungkinkan penyamaran identitas, berbeda dengan Bitcoin yang seluruh transaksinya transparan di blockchain. Fitur ini dianggap semakin krusial di tengah ketatnya pengawasan terhadap penggunaan stablecoin.

Selain Multicoin Capital, dukungan juga mengalir dari investor awal Facebook, Cameron dan Tyler Winklevoss. Melalui perusahaan Cypherpunk Technologies, mereka dilaporkan menyimpan lebih dari 300.000 koin Zcash senilai 150 juta dollar AS.

Analisis lain datang dari Naval Ravikant, investor asal Silicon Valley, yang memberikan label khusus bagi aset digital ini pada akhir tahun lalu.

"Bitcoin adalah asuransi terhadap uang fiat. Zcash adalah asuransi terhadap bitcoin," tulis Ravikant melalui platform X.

Harga Zcash yang berada di level 75 dollar AS pada Oktober tahun lalu mulai mengalami lonjakan signifikan menjelang akhir 2025. Aset ini kini dikenal luas oleh komunitas global sebagai bitcoin terenkripsi.

Jake Kennis, analis riset senior di Nansen, menekankan bahwa kebutuhan akan privasi digital saat ini bukan lagi sekadar fitur tambahan bagi para pengguna kripto.

"Privasi kini semakin dipandang sebagai kebutuhan, bukan sekadar fitur," ujar Kennis.

Kennis menambahkan bahwa mekanisme pasokan terbatas maksimal 21 juta koin dan integrasi dengan jaringan seperti Solana semakin memperkuat posisi Zcash sebagai alternatif Bitcoin dengan keamanan privasi ekstra.

Artikel terkait

Rekomendasi