Abadi Lestari Indonesia Alokasikan Laba Bersih untuk Cadangan dan Modal

Abadi Lestari Indonesia Alokasikan Laba Bersih untuk Cadangan dan Modal

PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) memutuskan untuk tidak membagikan dividen tunai dari perolehan laba bersih tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta pada Senin (8/6/2026).

Keputusan absennya pembagian dividen tersebut diambil dengan pertimbangan untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan serta mendukung pertumbuhan bisnis pasca-pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebagaimana dilansir dari Investasi.

Laba bersih emiten berkode saham RLCO pada tahun buku 2025 tercatat mencapai Rp 40,98 miliar. Berdasarkan hasil keputusan RUPST perdana sejak IPO pada 8 Desember 2025 ini, dana sebesar Rp 9,375 miliar ditetapkan sebagai cadangan umum, sedangkan sisa laba senilai Rp 31,61 miliar akan disimpan sebagai laba ditahan yang belum ditentukan penggunaannya.

Pertumbuhan kinerja keuangan perseroan ditandai dengan peningkatan penjualan sebesar 19,76 persen menjadi Rp 635,17 miliar dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 530,38 miliar. Kondisi ini memicu lonjakan laba tahun berjalan hingga 325,48 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 9,63 miliar.

Strategi bisnis dan efisiensi operasional menjadi faktor utama di balik peningkatan performa keuangan entitas berlogo RLCO tersebut sepanjang tahun lalu.

"Capaian tersebut menunjukkan efektivitas strategi usaha yang dijalankan perseroan sepanjang tahun lalu, didukung oleh pertumbuhan penjualan dan peningkatan profitabilitas," ujar Direktur Utama RLCO, Edwin Pranata.

Pihak manajemen juga memaparkan laporan mengenai realisasi pemanfaatan dana hasil penawaran umum perdana saham. Dari total dana bersih IPO sebesar Rp 100,23 miliar, korporasi baru merealisasikan penggunaan anggaran senilai Rp 10 miliar hingga posisi 31 Desember 2025.

"Sisa dana sebesar Rp 90,23 miliar akan digunakan secara bertahap sesuai rencana penggunaan dana yang tercantum dalam prospektus," kata Edwin Pranata.

Untuk periode tahun 2026, manajemen RLCO memasang target penjualan baru sebesar Rp 716 miliar atau diproyeksikan tumbuh sekitar 12,8 persen dari pencapaian tahun sebelumnya. Bersamaan dengan itu, laba tahun berjalan 2026 ditargetkan meningkat 9 persen hingga menyentuh angka sekitar Rp 45 miliar.

Langkah strategis dipersiapkan oleh direksi perseroan guna memastikan pemenuhan target finansial serta menjaga stabilitas operasional pada tahun berjalan ini.

"Kami berkomitmen untuk terus menjalankan strategi pertumbuhan yang berkelanjutan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, penguatan posisi keuangan, serta penciptaan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham dan pemangku kepentingan," kata Direktur RLCO, Dwiadi Prastian Hadi.

Dalam upaya merealisasikan target ekspansi bisnis tersebut, RLCO mengonfirmasi akan fokus melaksanakan optimalisasi pasar, penciptaan produk bernilai tambah tinggi, dan penguatan kualitas kinerja operasional secara menyeluruh.

Artikel terkait

Rekomendasi