PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp20 per saham dari laba tahun buku 2025. Keputusan krusial ini resmi disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Senin (8/6/2026).
Alokasi keuntungan ini tercatat sebagai nilai dividen tertinggi sepanjang sejarah berdirinya perusahaan. Dilansir dari Investasi, penawaran dividend yield mencapai kisaran 5% dengan asumsi harga saham Rp400 per lembar, sedangkan rasio pembayaran dividen berada di angka 26% dari total laba bersih tahun buku 2025.
Manajemen menetapkan kebijakan pengembalian keuntungan ini dengan mempertimbangkan performa perseroan sepanjang tahun lalu. Faktor posisi kas, modal kerja, kebutuhan belanja modal, hingga dinamika ekonomi domestik dan global turut menjadi indikator penentu, di samping arah kebijakan moneter dan likuiditas pasar menjelang periode pembayaran.
"Dividen tertinggi ini merupakan bentuk apresiasi kepada pemegang saham atas kepercayaan yang terus diberikan kepada ISSP. Pada saat yang sama, kami tetap menempatkan disiplin keuangan sebagai prioritas," ujar Johanes dalam keterangan resmi, Senin (8/6/2026).
Sebelumnya, Chief Strategy and Business Development Officer sekaligus Corporate Secretary & Investor Relations ISSP Johanes W. Edward memaparkan bahwa langkah ini merupakan apresiasi bagi pemegang saham. Terkait realisasi keuangan, emiten pipa baja ini berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp1,2 triliun pada kuartal I-2026 di tengah fluktuasi harga baja global dan tekanan biaya logistik.
"Dividen tertinggi ini merupakan bentuk apresiasi kepada pemegang saham atas kepercayaan yang terus diberikan kepada ISSP. Pada saat yang sama, kami tetap menempatkan disiplin keuangan sebagai prioritas," ujar Johanes dalam keterangan resmi, Senin (8/6/2026).
Perseroan juga mencatatkan arus kas operasi yang positif sebesar Rp250,8 miliar pada periode tiga bulan pertama tahun ini. Berdasarkan laporan manajemen hingga Mei 2026, pertumbuhan volume penjualan dan perolehan laba perusahaan diklaim masih bergerak konsisten sesuai dengan target internal yang telah ditetapkan.
Kondisi keuangan yang sehat tersebut menjadi landasan bagi perusahaan untuk memuluskan agenda ekspansi ke depan. Proyek strategis yang disiapkan meliputi pengembangan produk bernilai tambah tinggi serta penambahan kapasitas produksi melalui optimalisasi Unit 7.
Manajemen mengagendakan proses pencairan dana dividen ini akan direalisasikan pada awal Juli 2026. Distribusi pembayaran bakal disalurkan secara langsung kepada para pemegang saham yang namanya sah terdaftar dalam Daftar Pemegang Saham sesuai dengan regulasi yang berlaku.