CIMB Niaga Auto Finance Catat Penurunan Pembiayaan Mobil Bekas

CIMB Niaga Auto Finance Catat Penurunan Pembiayaan Mobil Bekas

PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatat perlambatan penyaluran pembiayaan baru untuk segmen mobil bekas yang mencapai Rp 750 miliar hingga bulan April 2026. Penurunan ini dipengaruhi oleh dinamika industri otomotif serta perubahan preferensi masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang menantang, sebagaimana dilansir dari Keuangan.

Faktor kehati-hatian perusahaan dalam menyalurkan pembiayaan membuat strategi tahun ini tidak seagresif tahun lalu. Selain itu, industri otomotif secara umum juga menghadapi tantangan dari melemahnya daya beli masyarakat serta persaingan dengan kehadiran model kendaraan listrik.

Kondisi makroekonomi turut memberikan tekanan tambahan bagi sektor ini. Nilai tukar rupiah yang melemah serta kenaikan suku bunga diprediksi memicu dampak terhadap daya beli masyarakat sekaligus menekan permintaan pembiayaan ke depan.

"Sampai dengan bulan April 2026, penyaluran pembiayaan baru untuk mobil bekas terkoreksi menjadi Rp 750 miliar," ujar Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman kepada Kontan, Senin (8/6/2026).

Manajemen CNAF menilai pelemahan ini merupakan bentuk penyesuaian pasar terhadap situasi ekonomi yang berkembang. Respons terhadap tantangan tersebut diwujudkan dengan penguatan pengelolaan risiko bisnis secara hati-hati.

"Kendati begitu, menurutnya perlambatan ini menunjukkan penyesuaian pasar seiring dengan dinamika industri otomotif dan perubahan preferensi masyarakat saat ekonomi masih menantang," kata Ristiawan Suherman.

Langkah pengetatan pembiayaan tersebut diterapkan demi menjaga kualitas portofolio perusahaan agar tetap sehat. Kendati demikian, daya tahan segmen mobil bekas dinilai masih kuat karena memiliki nilai produk ekonomis yang kompetitif bagi mobilitas masyarakat.

"Walau demikian, Ristiawan memandang segmen pembiayaan mobil bekas masih relatif resilien dan memiliki fundamental bisnis yang kuat. Hal ini karena mobil bekas menawarkan nilai produk ekonomis yang kompetitif, kebutuhan mobilitas masyarakat yang tetap ada, dan basis pasar yang cukup kuat," ujar Ristiawan Suherman.

Optimisme terhadap prospek bisnis ini tetap terjaga untuk jangka panjang. Sektor kendaraan seken diproyeksikan akan terus menjadi salah satu pilar penopang pertumbuhan kinerja perusahaan otomotif tersebut.

"Lebih lanjut, Ristiawan optimistis segmen mobil bekas masih memiliki peluang bisnis yang bagus dan dinilai akan tetap menjadi salah satu kontributor bagi pertumbuhan bisnis perusahaan," kata Ristiawan Suherman.

Artikel terkait

Rekomendasi