Saham TLKM Anjlok Tajam Saat Telkom Siap Bagikan Dividen Jumbo Rp21,9 Triliun

Saham TLKM Anjlok Tajam Saat Telkom Siap Bagikan Dividen Jumbo Rp21,9 Triliun

Harga saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengalami kemerosotan drastis dalam beberapa waktu belakangan ini. Meski demikian, seperti dilansir dari Investasi, emiten blue chip Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini bakal membagikan dividen jumbo kepada para pemegang sahamnya.

Keputusan pembagian dividen tunai dengan nilai total Rp21,9 triliun telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Senin (8/6). Melalui keputusan tersebut, nilai dividen saham TLKM ditetapkan sebesar Rp221 per saham atau setara dengan Rp22.100 per lot sebelum dikenakan potongan pajak.

Alokasi dividen yang dibagikan ini tercatat mencapai 123% dari total laba bersih yang dibukukan pada tahun buku 2025. Rasio pembayaran yang melebihi perolehan laba bersih tersebut terjadi karena sekitar Rp4,2 triliun dana dividen diambil dari laba ditahan tahun-tahun sebelumnya.

Besarnya nominal pembagian keuntungan ini memposisikan TLKM sebagai salah satu emiten dengan tebaran dividen terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini. Imbal hasil atau dividend yield yang ditawarkan oleh perseroan pun menjadi sangat potensial bagi para investor.

Pada penutupan perdagangan Senin 8 Juni 2026, harga saham TLKM bertengger di level Rp2.350 setelah anjlok signifikan sebesar 14,86% atau melemah 410 poin dalam sehari. Sementara jika dihitung sepanjang tahun berjalan ini, harga saham TLKM sudah merosot sebanyak 32,28% atau turun 1.120 poin.

Berdasarkan harga penutupan terbaru tersebut, tingkat dividend yield dari TLKM kini menyentuh angka 9,4%. Perhitungan ini menempatkan TLKM ke dalam jajaran saham blue chip yang menawarkan imbal hasil dividen tertinggi di pasar modal saat ini.

Tingginya yield dividen ini biasanya memikat minat para investor yang berburu penghasilan pasif dari pasar modal. Instrumen ini dinilai menarik terutama di kala kondisi ekonomi global sedang penuh ketidakpastian dan pasar keuangan mengalami fluktuasi.

Proses pencairan dana dividen dijadwalkan berlangsung pada bulan Juli 2026 mendatang. Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, memberikan penjelasan mengenai batas waktu akhir dari proses pembayaran hak pemegang saham tersebut.

"Adapun yang berhak menerima dividen adalah para pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham TLKM pada penutupan perdagangan 19 Juni 2026," jelas Dian, Senin (8/6/2026).

Terkait jadwal cum dividen serta ex dividen, para pelaku pasar diharapkan terus memantau pengumuman resmi lanjutan yang akan dikeluarkan oleh manajemen perseroan bersama Bursa Efek Indonesia.

Di tengah beratnya tantangan pada sektor industri telekomunikasi serta persaingan usaha yang kian ketat, Telkom mengklaim tetap mampu mempertahankan performa fundamental bisnis yang kuat di sepanjang periode 2025.

Pihak manajemen mengungkapkan bahwa perolehan laba bersih perusahaan sempat tertekan akibat adanya langkah percepatan depresiasi. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari pelaksanaan program total governance reset.

Kendati demikian, dampak penyesuaian akuntansi tersebut dipastikan bersifat non-cash. Walhasil, kebijakan internal tersebut sama sekali tidak mengganggu atau mempengaruhi kekuatan arus kas internal yang dimiliki oleh perusahaan.

Dian Siswarini menyatakan bahwa formulasi besaran dividen didasarkan pada kalkulasi yang matang. Manajemen berupaya menjaga titik temu yang ideal antara hak investor dengan keberlanjutan korporasi.

Menurut Dian, perseroan berhasil menjaga fundamental bisnis dan memperkuat arus kas meskipun menghadapi berbagai tekanan industri sepanjang 2025.

Artikel terkait

Rekomendasi