Telkom Indonesia Bakal Likuidasi Belasan Anak Perusahaan

Telkom Indonesia Bakal Likuidasi Belasan Anak Perusahaan

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk berencana melakukan likuidasi terhadap 12 hingga 14 anak perusahaan di bawah naungannya sebagai bagian dari langkah perampingan struktur korporasi. Rencana restrukturisasi massal ini ditargetkan memangkas jumlah entitas dari 67 menjadi 19 entitas utama pada akhir tahun 2026, seperti dilansir dari Suara pada Senin.

Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan pengumuman tersebut setelah menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta.

"Yang dilikuidasi 12 atau 14. Saya lupa, nanti dicek," ujar Dony Oskaria, Kepala BP BUMN dan COO Danantara.

Dony memastikan penutupan entitas bisnis ini tidak akan memicu pemutusan hubungan kerja terhadap para karyawan Telkom Group. Skema yang disiapkan manajemen adalah memindahkan pekerja ke anak usaha lain yang aktif melalui proses penggabungan usaha.

"Misalkan kayak fiber optic, itu nanti terkonsolidasi ada beberapa perusahaan yang jadi satu. Kan, size-nya jadi besar, karyawannya ikut. Kan banyaknya merger," jelas Dony Oskaria, Kepala BP BUMN dan COO Danantara.

Langkah penciutan struktur usaha tersebut dirancang oleh BP BUMN bersama Danantara demi mengukuhkan posisi emiten berkode saham TLKM ini sebagai strategic holding digital nasional. Transformasi ini didukung dengan percepatan program prioritas interkoneksi infrastruktur, yang mencakup Konsolidasi FiberCo BUMN, Ekspansi Data Center & TowerCo, serta InfraCo dan Penataan Lisensi.

Di samping agenda streamlining, Telkom baru saja menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang menyetujui perombakan dua anggota dewan komisaris demi memperkuat kepemimpinan digital.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, memberikan penjelasan bahwa seluruh keputusan dalam RUPST menjadi wujud komitmen manajemen untuk menaikkan kinerja finansial serta memberikan nilai tambah bagi investor.

Dalam rapat tertinggi tersebut, pemegang saham menyepakati pembagian dividen tunai tahun buku 2025 dengan total nilai Rp21,9 triliun. RUPST juga memberikan persetujuan bagi perseroan untuk melakukan program pembelian kembali atau buyback saham dengan anggaran paling banyak Rp4 triliun guna menjaga stabilitas harga di pasar modal.

Artikel terkait

Rekomendasi