AHY Tegur Kepala BBWS Ciliwung Cisadane saat Tinjauan Normalisasi

AHY Tegur Kepala BBWS Ciliwung Cisadane saat Tinjauan Normalisasi

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegur Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, David Partonggo Oloan Marpaung, pada Rabu (13/5/2026). Peristiwa tersebut terjadi saat AHY memberikan arahan mengenai proyek revitalisasi dan normalisasi di bantaran Sungai Ciliwung.

Suasana di lokasi mendadak tegang ketika AHY menghentikan pidatonya setelah melihat David meninggalkan area pertemuan. Dilansir dari Kompas, Menko Infrastruktur tersebut langsung mencari keberadaan sang kepala balai di antara para pejabat yang hadir untuk memastikan arahannya didengar.

"Hei kepala balai, sini dulu mau ke mana sih? Saya bicara untuk bapak lho. Mau kemana Anda tadi?" kata AHY di bantaran Sungai Ciliwung, sebagaimana disiarkan YouTube Kemenko Infra.

Teguran spontan tersebut menyebabkan suasana kegiatan yang semula cair menjadi canggung bagi para peserta. AHY menekankan pentingnya kehadiran pejabat terkait saat pimpinan memberikan instruksi strategis di lapangan.

"No, no, no, no. Anda dengarkan saya dulu di sini," ujarnya.

Putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono itu menyatakan kekecewaannya karena David tidak berada di tempat saat poin-poin penting disampaikan. AHY bahkan menyebut telah memanggil nama pejabat tersebut berkali-kali tanpa respons.

"Bagaimana mau mendengarkan arahan kalau Bapak enggak ada? Dua kali saya panggil enggak ada gitu loh ya. Enggak bisa begitu," kata AHY.

Di hadapan para hadirin, AHY kemudian menginstruksikan David untuk kembali ke tempat duduk semula. Ia meminta agar proses koordinasi dilakukan dengan sikap yang baik dan tertib selama peninjauan berlangsung.

"Tolong duduk dulu. Duduk dulu. Duduk yang baik dulu. Duduk, Pak," ujarnya.

David Partonggo Oloan Marpaung yang merupakan pimpinan tertinggi di BBWS Ciliwung Cisadane terlihat kembali ke posisinya. AHY kembali menegaskan bahwa dirinya sempat kehilangan jejak sang pejabat saat dibutuhkan untuk koordinasi teknis.

"Saya dua kali masalahnya manggil kok enggak ada gitu loh. Enggak usah nanti kan kita juga (ke sana). Duduk dulu, Pak. Silakan," katanya.

Selain insiden teguran tersebut, AHY memaparkan bahwa progres revitalisasi dan normalisasi Sungai Ciliwung saat ini baru menyentuh angka 52 persen. Langkah percepatan diperlukan guna menekan risiko banjir tahunan di wilayah Jakarta secara signifikan.

Ketua Umum Partai Demokrat itu menjelaskan tantangan teknis berupa pendangkalan sungai yang mencapai 20 hingga 50 sentimeter per tahun. Kondisi ini menuntut adanya pengerukan berkelanjutan agar kapasitas tampung air tetap terjaga.

Pemerintah juga masih menghadapi kendala utama dalam bentuk pembebasan lahan yang belum sepenuhnya rampung. AHY menilai pengadaan lahan menjadi faktor krusial yang menentukan kecepatan penyelesaian normalisasi di sepanjang aliran Kali Ciliwung.

Artikel terkait

Rekomendasi