Ismaya Live Bantah Festival DWP Terlibat Promosi Whip Pink

Ismaya Live Bantah Festival DWP Terlibat Promosi Whip Pink

Pihak penyelenggara Djakarta Warehouse Project (DWP) membantah keterlibatan dalam promosi dinitrogen oksida dengan merek Whip Pink yang tengah diselidiki pihak kepolisian di Jakarta Selatan pada Senin, 8 Juni 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Ismaya Live, David, setelah menjalani proses pemeriksaan oleh tim penyidik di Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, sebagaimana dilansir dari Suara.

Pihak manajemen DWP menegaskan bahwa pencantuman nama festival musik elektronik tersebut dalam materi promosi produk Whip Pink dilakukan tanpa izin dan merupakan pencatutan nama.

"Iya, (pemeriksaan) terkait promo Whip Pink tahun 2023. Kami mengklarifikasi bahwa ini tidak terkait dengan DWP (Djakarta Warehouse Project)," kata David, Direktur Ismaya Live.

Pihak penyelenggara menerangkan lebih lanjut mengenai status hubungan dan kerja sama formal antara pihak manajemen festival dengan pemilik produk terkait.

"Karena kami tidak berafiliasi ataupun memiliki sponsorship atau kerja sama dengan Whip Pink," tutur David, Direktur Ismaya Live.

Pencantuman identitas acara musik tersebut dalam selebaran komersial dipastikan berjalan tanpa adanya konfirmasi tertulis maupun lisan kepada pengelola.

"Tidak ada. Itu hanya mencatut nama DWP," ujar David, Direktur Ismaya Live.

Sebelum memenuhi panggilan kepolisian, perwakilan manajemen mengklaim telah mengambil langkah hukum sepihak berupa pengiriman nota peringatan resmi agar materi iklan yang bersangkutan segera diturunkan.

"Kami sempat memberikan surat teguran kepada Whip Pink untuk men-take down promo-promonya. Karena memang ini tidak terkait sama sekali dengan kegiatan kami, terutama DWP. Kami juga mendukung kegiatan-kegiatan Polri untuk memberantas narkoba," ucap David, Direktur Ismaya Live.

Dalam agenda pemeriksaan yang berlangsung di hari yang sama, David menjawab sekitar 14 pertanyaan dari tim penyidik mengenai promosi paket penjualan lima tabung gratis satu tabung yang mencantumkan logo DWP.

Kasus penayangan promosi tersebut menjadi bagian dari pengembangan penanganan perkara penyalahgunaan zat kimia oleh Bareskrim Polri yang juga melibatkan figur publik.

Sebelum memanggil manajemen DWP, penyidik kepolisian telah memeriksa selebgram berinisial APG dan saksi ZNM terkait rekaman video penggunaan produk, serta memanggil sejumlah konsumen lain berinisial RV, AM, dan CD.

Artikel terkait

Rekomendasi