Kejaksaan Agung membongkar praktik dugaan pembengkakan harga atau markup dalam pengadaan sepeda motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis oleh Badan Gizi Nasional. Proyek yang digarap oleh vendor PT YAT ini menelan anggaran fantastis mencapai lebih dari Rp1 triliun.
Nilai total pengadaan komoditas tersebut menyentuh angka Rp1.035.515.297.908,02, seperti dilansir dari Detik Oto. Mantan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, sebelumnya sempat mengutarakan bahwa harga per unit dari kendaraan roda dua bertenaga setrum tersebut dipatok sebesar Rp42 juta.
Pihak kejaksaan mengonfirmasi bahwa dana sebesar Rp1 triliun tersebut kini telah dicairkan sepenuhnya kepada pihak rekanan. Kendati demikian, Kejaksaan Agung menemukan bahwa perusahaan penyedia jasa tersebut ternyata tidak memiliki kualifikasi yang dipersyaratkan.
"Dan telah dibayarkan ke PT YAT yang tidak memenuhi syarat selaku Vendor karena tidak memiliki dealer/bengkel aktif dan terdapat markup," tulis Kejagung dalam situs resminya.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa korporasi mitra tersebut memang bukan merupakan diler resmi ataupun agen pemegang merek kendaraan. Berdasarkan informasi dari laman resmi perusahaan, PT YAT mengklaim bergerak di sektor pelayanan logistik, penyediaan peranti kesehatan, hingga pengadaan unit kendaraan listrik.
"Kami menyediakan layanan pengadaan motor listrik secara profesional dan siap menjadi mitra strategis Anda dalam setiap tahap, mulai dari perencanaan hingga distribusi unit ke lokasi Anda," tulis pihak PT YAT dalam situs resminya.
Merujuk pada sistem katalog elektronik Inaproc, entitas usaha ini menawarkan dua tipe kendaraan elektrifikasi, yakni tipe Emmo JVX GT dan Emmo JVH Max. Varian Emmo JVX GT mengusung konsep kendaraan petualang dengan daya mencapai 7.000 Watt serta sanggup menjelajah sejauh 70 kilometer dalam kondisi daya penuh.
Model penjelajah ini memiliki spesifikasi dimensi panjang 2.080 mm, lebar 860 mm, tinggi 1.150 mm, berbobot kosong 110 kg, serta daya angkut maksimal 200 kg. Sementara itu, varian Evvo JVH Max dirancang sebagai skuter urban perkotaan berkecepatan 90 km/jam dengan pasokan baterai berkapasitas 73,6V 30Ah yang didukung sistem pengereman CBS.