Airbus Defence and Space resmi menyerahkan unit kedua pesawat angkut militer Airbus A400M pesanan Indonesia kepada Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) pada Minggu (18/5/2026).
Prosesi penyerahan armada militer tersebut dilangsungkan dalam sebuah upacara resmi yang dihadiri langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto, sebagaimana dilansir dari Tekno.
Pengiriman unit ini sekaligus menuntaskan kontrak pemesanan dua unit pesawat A400M yang disepakati Indonesia sejak November 2021, dengan waktu penyelesaian beberapa bulan lebih cepat dari jadwal semula.
Manajemen Airbus menyatakan bahwa penambahan armada ini diproyeksikan untuk memperkuat tingkat kesiapsiagaan operasional TNI AU, baik untuk keperluan operasi militer maupun misi kemanusiaan.
Airbus Country Representative for Indonesia Jose Corcia menegaskan bahwa keberadaan pesawat baru ini memberikan dampak signifikan terhadap kapasitas pertahanan udara nasional.
"Kedatangan unit A400M kedua ini akan memungkinkan Indonesia menjaga tingkat kesiapan operasional yang tinggi, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan dan kapabilitas operasionalnya dalam mendukung berbagai misi," ujar Corcia.
Pesawat jenis A400M dirancang multifungsi untuk mengangkut logistik militer, membawa pasukan, melakukan evakuasi medis (medevac), hingga menjalankan misi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana (HADR).
Ketangguhan model ini sebelumnya telah diuji oleh TNI AU saat mengerahkan unit pertama A400M untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan di wilayah Sumatera tidak lama setelah diterima pada November 2025.
Berdasarkan spesifikasi teknisnya, pesawat angkut ini memiliki kapasitas muatan besar hingga 37 ton yang mampu membawa helikopter, kendaraan taktis militer, serta bantuan logistik dalam jumlah besar.
Burung besi ini juga didesain fleksibel karena mampu mendarat dan lepas landas di landasan pacu yang pendek maupun tidak beraspal, karakteristik yang dinilai cocok untuk wilayah kepulauan Indonesia.
Saat mengangkut beban seberat 30 ton, A400M memiliki daya jelajah operasional hingga 2.400 mil laut, yang memungkinkannya menjangkau seluruh pelosok wilayah nusantara langsung dari Jakarta.
Melalui penyelesaian pengiriman armada ini, Indonesia kini resmi masuk dalam jajaran operator global A400M bersama negara lain seperti Malaysia, Inggris, Perancis, Jerman, Turki, Belgia, Spanyol, Kazakhstan, dan Luksemburg.