Elstun Lauesen II, yang dikenal sebagai aktivis politik dan kritikus gigih sejak masa mudanya, memulai perannya dalam pergerakan melalui penerbitan koran sekolah "The Long Look" di North Pole pada 17 Oktober 1958. Publikasi tersebut memicu ketegangan di kalangan pejabat lokal karena memuat konten politik.
Lauesen bersama rekannya, Pat Carter, mengelola koran tersebut di bawah bimbingan Dave Ray, seorang pendeta Baptis sekaligus guru di sekolah publik North Pole. Ketegangan muncul setelah edisi kedua koran menampilkan dukungan untuk kandidat Senat AS dari Partai Demokrat, Ernest Gruening.
Langkah itu memicu kemarahan Wali Kota North Pole, Con Miller, serta Presiden Dewan Sekolah, Jack Jenkins, yang menilai propaganda politik tidak sepatutnya berada di koran sekolah. Pendukung lawan politik, Mike Stepovich dari Partai Republik, bahkan mendesak agar Dave Ray segera dipecat dari posisinya.
Terlepas dari kontroversi seputar konten politik, Lauesen menggunakan ruang editorialnya untuk menyuarakan perbaikan fasilitas sekolah, termasuk kebutuhan akan ruang olahraga dan perataan area bermain sekolah.
Ayah Lauesen, Elstun Sr., yang berprofesi sebagai kepala insinyur di Pangkalan Angkatan Udara Eielson sekaligus pemilik Sourdough Roadhouse, juga dikenal memiliki kemampuan orasi yang kuat di wilayah tersebut.
"After graduating from Lathrop High School in 1963, Elstun traveled around the United States philosophizing," tulis baris favorit penulis dalam biografi kematian Lauesen.
Kutipan tersebut menggambarkan karakter Lauesen yang gemar berfilsafat setiap hari di mana saja. Bakat berbicara yang kuat juga menurun dari sang ayah.
"You sit down and ask him about Alaska. Two hours later, heโll stop for breath," kata Edward Strunk dari Glennallen, menggambarkan kemampuan bicara Bud Lauesen.
Narasi mengenai kemampuan retorika keluarga Lauesen ini dipublikasikan oleh Debra McKinney dalam Anchorage Daily News.
"See Butch or Pat, they are The Moguls" tertulis dalam koran sekolah tersebut untuk turnamen pemeriksa yang sedang direncanakan.
Pengumuman internal sekolah itu dibuat bersamaan dengan liputan kegiatan siswa kelas satu dan rencana Karnaval Halloween.
"We need a GYM. We need a playground level enough so a fellow can run across it without stumbling and breaking his neck in โ7โ pieces. We feel that someone could crank up a โCatโ and level off the ground. Maybe that our new appointed Trustee to the Board will read this and THINK?" tulis Lauesen dalam editorialnya.
Kritik tajam mengenai infrastruktur sekolah ini diterbitkan sebelum munculnya reaksi keras dari pejabat kota mengenai iklan politik berbayar seharga 10 dolar AS di halaman yang sama.
"Vote Straight Democratic. November 25, 1958. Paid political adv." bunyi iklan yang memicu protes dari kubu Republik tersebut.
Koran lokal News-Miner kemudian mengecam publikasi siswa itu dalam editorial mereka dengan menyebutnya sebagai tindakan yang merugikan sekolah.
"and those of their elders who planted political propaganda in the school paper have done a great disservice to their school and to their country." tulis News-Miner dalam kecamannya.
Tudingan tersebut merujuk pada dugaan manipulasi yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak-anak berusia 13 tahun dalam kontestasi politik Pemilu Alaska.
"A good school paper is worth as much to the school as an extra teacher," kata Ray.
Prinsip kebebasan berpikir yang diajarkan oleh Ray menjadi landasan penting bagi pengembangan karier Lauesen sebagai aktivis politik hingga akhir hayatnya pada usia 81 tahun.