Alasan Indonesia Belum Berhasil Raih Labbaytum Award dalam Penyelenggaraan Haji

Alasan Indonesia Belum Berhasil Raih Labbaytum Award dalam Penyelenggaraan Haji

Indonesia hingga kini belum berhasil meraih Labbaytum Award, penghargaan bergengsi yang diberikan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi kepada negara-negara dengan penyelenggaraan ibadah haji terbaik.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI), Zaky Zakaria Anshary, menilai masih ada sejumlah faktor yang membuat Indonesia belum mampu masuk dalam daftar penerima penghargaan tersebut.

Menurut Zaky, jika mengacu pada parameter yang selama ini dipublikasikan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, aspek kesehatan jamaah menjadi salah satu tantangan utama bagi Indonesia.

"Indonesia masih belum berhasil mendapatkan award sebagai penyelenggara haji terbaik versi Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Mudah-mudahan ke depan Kementerian Haji Indonesia bisa mendapatkan salah satu kategori Award Labbaytum, sehingga Indonesia bisa menyelenggarakan haji lebih baik lagi," kata Zaky kepada detikcom, Kamis (4/6/2026).

Mengapa Indonesia Tak Dapat Labbaytum Award?

Zaky menjelaskan, tingginya jumlah jamaah lanjut usia (lansia) serta risiko kesehatan yang menyertainya menjadi salah satu faktor yang kemungkinan memengaruhi penilaian.

Selain itu, angka perawatan dan kematian jamaah yang relatif masih tinggi dibandingkan beberapa negara lain juga dinilai menjadi perhatian.

Tak hanya itu, Indonesia juga menghadapi tantangan besar dalam mengelola kuota haji yang mencapai lebih dari 220 ribu jamaah setiap tahun. Kompleksitas tersebut dinilai berbeda dengan negara-negara lain yang memiliki jumlah jamaah lebih sedikit.

Selain itu, Zaky mengungkapkan, Indonesia selama ini belum pernah memperoleh penghargaan dalam seluruh kategori Labbaytum Award.

Meski para Menteri Agama Indonesia pada periode sebelumnya, termasuk Yaqut Cholil Qoumas dan Nasaruddin Umar, kerap menghadiri acara Labbaytum Award, Indonesia disebut belum pernah mengikuti proses nominasi secara resmi.

Menurut informasi yang diterimanya, baru pada tahun ini Indonesia ikut masuk dalam proses nominasi di bawah Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia yang dipimpin Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf.

"Info yang saya dapat, untuk mendapatkan award Indonesia belum pernah daftar ikut nominasi award sebelumnya. Baru tahun ini di masa Kementerian Haji dan Umrah RI yang dipimpin Gus Irfan Yusuf Indonesia ikut nominasi Labbaytum Award dan skor Indonesia sebenarnya sudah mendekati untuk mendapatkan award," katanya.

Namun demikian, ia menyebut aspek kesehatan dan istita'ah jamaah masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu dibenahi.

"Cuma infonya kategori kesehatan dan istita'ah masih ada yang perlu dibenahi, saya optimis tahun depan dengan keseriusan Kemenhaj RI Indonesia bisa dapat Award Internasional yang prestisius ini bagi negara-negara penyelenggara Haji," tukasnya.

Artikel terkait

Rekomendasi