Alasan Nabi Isa Disebut Belum Wafat Menurut Ajaran Islam

Alasan Nabi Isa Disebut Belum Wafat Menurut Ajaran Islam

Kedudukan Nabi Isa AS dalam ajaran Islam sangat istimewa karena beliau merupakan salah satu rasul ulul azmi yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Pertanyaan mengenai alasan Nabi Isa disebut belum wafat sering menjadi topik pembahasan dalam memahami kisah para nabi.

Dilansir dari Detikcom, penjelasan mengenai hal ini berkaitan erat dengan ayat-ayat suci yang menerangkan bahwa beliau diangkat oleh Allah SWT. Banyak umat Muslim ingin mendalami pandangan Islam serta penjelasan para ulama mengenai peristiwa tersebut.

Umat Islam meyakini bahwa Nabi Isa tidak dibunuh dan tidak disalib oleh musuh-musuhnya. Sebaliknya, beliau diangkat oleh Allah SWT ke langit dan kelak akan diturunkan kembali ke bumi menjelang datangnya Hari Kiamat.

Penjelasan mengenai status Nabi Isa didasarkan pada banyak ayat Al-Qur'an dan hadits. Kehidupan beliau dinilai berbeda dengan nabi-nabi lain yang telah wafat dan saat ini berada di alam barzakh.

Dalam buku Kiamat Sudah Dekat? karya Dr. Muhammad al-'Areifi, ditegaskan bahwa Nabi Isa AS belum wafat melainkan berada di sisi Allah. Hal ini berpijak pada salah satu firman Allah SWT dalam surat Ali Imran.

"(Ingatlah) ketika Allah berfirman, "Wahai Isa, sesungguhnya Aku mengambilmu, mengangkatmu kepada-Ku, menyucikanmu dari orang-orang yang kufur, dan menjadikan orang-orang yang mengikutimu lebih unggul daripada orang-orang yang kufur hingga hari Kiamat. Kemudian, kepada-Kulah kamu kembali, lalu Aku beri keputusan tentang apa yang selalu kamu perselisihkan."" (QS. Ali Imran: 55)

Para ulama memberikan penafsiran mendalam bahwa kalimat "Aku mengambilmu" tidak berarti mewafatkan Nabi Isa seperti kematian manusia umumnya. Sebagian ahli tafsir memaknainya sebagai "menidurkan", merujuk pada kesamaan istilah dalam ayat lain.

"Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya." (QS. Az-Zumar: 42)

Selain itu, terdapat firman lain yang menguatkan: "Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari." (QS. Al-An'am: 60)

Pendapat lain menyebutkan makna tersebut berarti "memegang" atau "mengangkat" Nabi Isa ke sisi Allah SWT. Kedua pandangan ini dapat dipadukan, yakni Allah menidurkan sekaligus mengangkat beliau secara fisik dan ruh ke langit.

Kaitan dengan Akhir Zaman

Dalil tambahan ditemukan dalam surat An-Nisa' yang membahas tentang keimanan Ahlulkitab. Ayat tersebut memberikan isyarat mengenai keberadaan Nabi Isa sebelum hari akhir.

"Tidak ada seorang pun di antara Ahlulkitab, kecuali beriman kepadanya (Isa) menjelang kematiannya. Pada hari Kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi mereka." (QS. An-Nisa': 159)

Sebagian ulama menafsirkan frasa "menjelang kematiannya" sebagai momen sebelum wafatnya Nabi Isa AS setelah beliau turun kembali ke bumi. Pada saat itu, seluruh Ahli Kitab akan menyadari kebenaran dan beriman kepadanya.

Tanda Besar Kedatangan Hari Kiamat

Turunnya Nabi Isa AS ke bumi dipercaya sebagai salah satu tanda besar kiamat dalam ajaran Islam. Informasi ini secara tegas disampaikan baik melalui Al-Qur'an maupun hadits Rasulullah SAW.

"Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang Hari Kiamat. Karena itu, janganlah kalian ragu-ragu tentang Kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus." (QS. Az-Zukhruf: 61)

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa ayat tersebut adalah dalil kuat mengenai turunnya Nabi Isa. Sementara itu, Imam ath-Thabari menambahkan bahwa peristiwa ini menjadi penanda semakin dekatnya akhir zaman.

Kepastian mengenai keselamatan Nabi Isa dari penyaliban juga ditegaskan kembali oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an untuk membantah klaim orang-orang kafir di masa lalu.

"Dan karena ucapan mereka, 'Sesungguhnya kami telah membunuh al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah', padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka." (QS. An-Nisa': 157)

Ayat ini menjadi penutup penjelasan bahwa Nabi Isa diselamatkan dan diangkat ke sisi Allah. Kelak, beliau akan menjalankan tugasnya kembali di bumi sebagai tanda besar datangnya hari akhir.

Artikel terkait

Rekomendasi