Umat Islam diimbau untuk mengoptimalkan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah melalui peningkatan kuantitas zikir, tahlil, tahmid, serta pembaruan pertobatan secara sungguh-sungguh demi mengejar keutamaan ibadah yang besar.
Imbauan tersebut disampaikan oleh Ustaz Dr. Enjang Burhanudin Yusuf, S.S., M.Pd dalam acara dialog Mutiara Pagi Pro 1 RRI Purwokerto pada hari Kamis, 21 Mei 2026.
Menurut penjelasan Enjang, periode awal bulan Dzulhijjah ini menyimpan momentum spiritual yang sangat krusial bagi kaum muslimin.
"Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah memiliki keistimewaan luar biasa yang bahkan melebihi keutamaan jihad di jalan Allah SWT," tutur Enjang, Ustaz Dr. Enjang Burhanudin Yusuf, S.S., M.Pd.
Pelaksanaan puasa sunnah, terutama puasa Arafah yang jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah, menjadi salah satu bentuk amalan yang sangat ditekankan karena memiliki ganjaran berupa penghapusan dosa selama dua tahun.
Di samping ibadah puasa, kegiatan menyembelih hewan kurban pada hari raya Idul Adha serta hari tasyrik juga menjadi pilar amalan penting lain yang mencerminkan ketakwaan sekaligus kepedulian sosial.
Rangkaian ibadah kurban tersebut dinilai sebagai bentuk kilas balik atas wujud keikhlasan sekaligus keteguhan iman yang ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Masyarakat muslim kini diajak untuk menyusun perencanaan ibadah secara matang guna memastikan hari-hari di bulan Dzulhijjah dapat terisi dengan aktivitas yang produktif serta konsisten.