Militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara terbaru ke fasilitas militer Korps Garda Revolusi Islam Iran di kota pelabuhan strategis Bandar Abbas pada Kamis, 28 Mei 2026.
Komando Pusat AS mengonfirmasi pasukannya menembak jatuh empat drone yang mengancam Selat Hormuz dan menyerang pusat kendali saat bersiap meluncurkan drone kelima. Langkah defensif ini diambil guna melindungi pasukan Amerika Serikat serta lalu lintas maritim komersial di jalur energi dunia tersebut.
Insiden ini memicu respons bersenjata dari pihak Teheran di sekitar perairan Teluk. Pasukan keamanan Iran dilaporkan melepaskan tembakan peringatan ke arah empat kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz tanpa koordinasi hingga memaksa mereka berbalik arah.
Di samping itu, Iran mengklaim telah menggunakan sistem pertahanan udara lokal terbaru bernama Arash e-Kamangir untuk menjatuhkan drone pengintai MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat di dekat Pulau Qeshm awal pekan ini.
Komando Pusat AS menggambarkan tindakan militernya sebagai langkah terukur untuk mempertahankan diri dan menjaga stabilitas kawasan.
"menimbulkan ancaman di sekitar Selat Hormuz" cetus Komando Pusat AS.
Pihak militer Washington menegaskan bahwa operasi tersebut dirancang secara khusus untuk menghadapi potensi bahaya dari armada udara Teheran.
"terukur, murni defensif, dan dimaksudkan untuk mempertahankan gencatan senjata" puji Komando Pusat AS.
Serangan pada hari Senin juga dikonfirmasi oleh pihak Centcom untuk menghalau ancaman penanaman ranjau laut di jalur pelayaran komersial internasional.
"membela diri" sebut Komando Pusat AS.
Operasi militer di wilayah selatan Iran tersebut diklaim sebagai tindakan pencegahan demi memastikan keselamatan seluruh personel Amerika Serikat di lapangan.
"untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran" tegas Komando Pusat AS.
Pernyataan serupa kembali dikeluarkan oleh komando militer untuk menegaskan keabsahan serangan udara di wilayah Hormozgan.
"melaksanakan serangan untuk membela diri di Iran selatan hari ini guna melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran." pungkas Komando Pusat AS.
Kementerian Luar Negeri Iran langsung mengecam keras serangan udara tersebut dan menganggap Washington melanggar kesepakatan damai sementara yang sedang berjalan.
"pelanggaran serius terhadap gencatan senjata" kecam Kementerian Luar Negeri Iran.
Pihak Teheran menyatakan tidak akan membiarkan agresi militer Amerika Serikat di wilayah kedaulatan mereka berlalu tanpa adanya tindakan balasan.
"tidak akan membiarkan satu pun tindakan permusuhan tanpa balasan." janji Kementerian Luar Negeri Iran.
Pemerintah Iran juga menegaskan kesiapan penuh dalam melindungi wilayah dan seluruh warga negaranya dari ancaman luar.
"Tanpa ragu, Republik Islam Iran tidak akan membiarkan tindakan jahat apa pun tanpa balasan dan tidak akan ragu untuk membela bangsa Iran," ancam Kementerian Luar Negeri Iran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan posisi tawar Iran melemah dalam meja perundingan dan menegaskan operasi militer AS tidak dipengaruhi oleh agenda politik domestik.
"bernegosiasi dalam posisi terdesak" klaim Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Donald Trump membuka kemungkinan untuk melanjutkan tindakan militer secara penuh jika kesepakatan damai jangka panjang gagal dicapai.
"Mungkin kita harus kembali dan menyelesaikannya, mungkin juga tidak," ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Gedung Putih juga menolak draf kesepakatan yang disiarkan televisi Iran mengenai penarikan pasukan AS dari kawasan Teluk.
"rekayasa sepenuhnya" sebut Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Meskipun demikian, Donald Trump tetap menginstruksikan tim delegasi AS untuk bersikap hati-hati dan tidak gegabah dalam mengambil keputusan resmi.
"agar tidak terburu-buru" instruksi Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Presiden AS menilai sanksi ekonomi dan tekanan militer membuat posisi Teheran semakin mendesak untuk segera mengakhiri konflik.
"Mereka hanya ingin membuat kesepakatan—saya rasa mereka tidak punya pilihan." tukas Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Ia menambahkan bahwa draf kesepakatan yang ada saat ini masih memerlukan perbaikan sebelum ditandatangani oleh kedua belah pihak.
"Iran sangat berniat, mereka benar-benar ingin mencapai kesepakatan. Sejauh ini mereka belum sampai ke tahap itu dan kami belum puas, tetapi kami akan mencapainya. Jika tidak, kami mungkin harus menuntaskannya." ancam Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Donald Trump kembali menekankan kedaulatan jalur internasional maritim dan menolak penguasaan sepihak atas rute perdagangan tersebut.
"nobody’s going to control the Strait of Hormuz" tegas Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Gedung Putih juga menolak mentah-mentah dokumen yang dirilis media Iran mengenai kesepakatan pembukaan blokade pelabuhan.
"complete fabrication" sebut Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Kantor berita Fars melaporkan penggunaan perdana sistem radar berkemampuan deteksi siluman milik militer Iran di wilayah perbatasan udara.
"Operasi ini, yang dilakukan menggunakan sistem dengan kemampuan tersembunyi, adalah pesan yang jelas dan tegas dari Iran," ungkap pejabat Iran.
Pakar Hubungan Internasional dari Universitas Padjadjaran, Teuku Rezasyah, memprediksi konfrontasi bersenjata ini akan terus berlanjut tanpa ada indikasi mereda dalam waktu dekat.
"Amerika Serikat akan terus menyerang Iran tanpa batas waktu berhenti. Iran akan membalas dengan menggunakan perangkat Plasma, yang daya rusak dan daya hancurnya luar biasa," analisis Teuku Rezasyah, Pakar Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran.
Teuku Rezasyah juga mengkhawatirkan keterlibatan kekuatan asing lain secara tidak langsung di kawasan perairan strategis Indo-Pasifik.
"Terdapat potensi perang ini meluas, dengan melibatkan dukungan diam-diam dari sekutu-sekutu AS di Indo-Pasifik," papar Teuku Rezasyah, Pakar Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran.
Konflik konvensional ini diperkirakan akan dimanfaatkan oleh Amerika Serikat sebagai momentum perayaan politik domestik mereka.
"Diperkirakan perang konvensional akan berlangsung lebih lama. AS akan menyatakan dirinya sebagai pemenang perang menjelang 4 Juli 2026. Yakni 250 tahun pendirian AS," tutur Teuku Rezasyah, Pakar Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran.
Dosen senior dari King's College London, Mark Hilborne, menilai strategi pertahanan militer Iran meniru efisiensi ekonomi yang diterapkan dalam konflik Ukraina.
"Iran menjadi cukup mandiri dalam berbagai bentuk desain rudal dan, seperti Ukraina, telah cerdik mengubah ekonomi peperangan. Sistem yang murah dan sederhana dapat mengancam sistem yang jauh lebih kompleks," ulas Mark Hilborne, Dosen Senior King's College London.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menyatakan rancangan perjanjian damai masih terus digodok oleh kedua belah pihak di meja diplomasi.
"memakan waktu beberapa hari" kata Marco Rubio, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat.
Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui juru bicara Stephane Dujarric menyerukan penghentian kontak senjata demi keselamatan jalur pelayaran internasional.
"an absolute catastrophe" tegas Stephane Dujarric, Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB.
Hingga saat ini, sistem pertahanan udara Kuwait dilaporkan sempat aktif untuk mencegat serangan rudal misterius di wilayah Teluk, sementara situasi keamanan di Selat Hormuz masih dinyatakan belum kembali normal.